Sejarah PKP AAI UGM

30 Nov

Pusat Koordinasi Pengelola AAI UGM Kegiatan Asistensi Agama Islam (AAI) di UGM sebagaimana yang juga berjalan di kampus-kampus lain merupakan kegiatan yang sangat penting dan strategis dalam rangka penanaman nilai dan penguatan moral, khususnya bagi mahasiswa baru sebelum mereka mengarungi dunia perguruan tinggi yang merupakan pusat ideologi (ideologi paling kiri hingga paling kanan), selain fungsi utamanya sebagai pusat pembentukan kapasitas intelektual. Namun, pengelolaan AAI pada saat itu berjalan dengan apa adanya. Ada fakultas yang menyelenggarakan AAI dan ada pula yang tidak. Pada beberapa jurusan di Fakultas Teknik, AAI dilaksanakan di semester 5, bahkan lebih (lucu… pengelolanya mahasiswa angkatan berapa ya ?). Ada lagi fakultas yang pengelolaan AAI-nya kurang optimal karena sulit dalam mengatur jadwal dan juga sulit dalam masalah dana. Hal itu terjadi karena pemenuhan kebutuhannya dari swadaya mahasiswa / peserta AAI, padahal AAI sendiri merupakan salah satu variabel dalam penilaian mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Beruntung sekali UGM memiliki pahlawan tanpa tanda jasa seperti para pengelola AAI yang sama sekali tidak digaji, tetapi mereka tetap konsisten membantu penanaman nilai-nilai Islam pada para mahasiswa.

Berangkat dari kondisi seperti itulah, sebanyak 13 fakultas dari 18 fakultas yang ada di UGM berkoordinasi dan melakukan evaluasi bersama. Pertemuan pertama dilaksanakan di Fakultas Ekonomi ruang R-101. Dari beberapa kali pertemuan, akhirnya pada bulan Februari tahun 2002 ke-13 fakultas tersebut menandatangani kesepakatan bersama untuk mengokohkan eksistensi dan operasionalisasi AAI melalui satu wadah bersama di tingkat universitas. Hal tersebut baru merupakan langkah awal. Ternyata walaupun sudah merepresentasikan 13 fakultas, posisi tim pada saat itu masih sangat lemah. Oleh karena itu, kami berusaha melakukan lobi ke bagian MKPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian) di Fakultas Filsafat yang merupakan bagian manajemen dari mata kuliah pengembangan kepribadian, salah satunya adalah Pendidikan Agama Islam (PAI). Sambutan yang sangat lembut dan antusias kami dapatkan dari bapak (alm) Suhadi, S.H., M.Hum. yang saat itu beliau merupakan ketua MKPK. Bahkan beliau sangat mendukung dengan menyediakan kami sebuah ruang di Fakultas Filsafat sebagai kantor AAI. Selain itu, beliau juga yang menghubungkan kami dengan Dekan Filsafat dan memfasilitasi beberapa pertemuan dengan dosen-dosen Pendidikan Agama Islam se-UGM (semoga Allah SWT menerima segala amal kebajikan beliau… Amin).

Eksistensi di tingkat Fakultas Filsafat belum cukup. Otonomi fakultas menempatkan fakultas sebagai penentu kebijakan. Oleh karena itu, AAI membutuhkan legitimasi yang lebih kuat, yaitu universitas. Kami mencoba masuk ke rektorat melalui pintu Wakil Rektor I Bidang Akademik. Beberapa kali presentasi yang kami lakukan bergandengan dengan Jamaah Sholahuddin (diketuai oleh saudara Hafidz Zaini) membuahkan dukungan positif walaupun tidak secara konkrit berupa dana dan sebagainya. Setelah mendapatkan informasi dari seorang dosen Pendidikan Agama Islam yang sangat mendukung AAI (beliau juga pelopor AAI di tahun 1996), kami menggandeng beberapa orang yang sangat semangat dan juga memiliki pengaruh kuat terhadap Rektor, yaitu bapak Mashuri Maschab, SU., bapak Prof. Dr. Zaenal Bahrudin, M.Sc., dan bapak Prof. Dr. Ahmad Mursyidi, M.Sc., Apt. Selanjutnya, bapak Mashuri Maschab, SU. yang sangat tegas dan keras mendukung AAI beberapa kali melakukan kontak telepon secara langsung kepada Rektor tentang AAI. Beliau juga yang menjadi pembicara dalam forum pertemuan dosen Pendidikan Agama Islam. Alhamdulillah bapak Prof. Dr. Ahmad Mursyidi, M.Sc., Apt. diangkat menjadi Kepala Senat Universitas sehingga semakin memudahkan beliau melakukan pendekatan kepada Rektor. Akhirnya, keluarlah keputusan tentang eksistensi Pusat Koordinasi Pengelola (PKP) AAI dan kegiatan AAI sebagai suatu kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa muslim baru UGM. Naskah SK dirumuskan oleh bapak Suhadi bersama tim yang kemudian dibawa oleh Fakultas Filsafat ke gedung rektorat.

Sebenarnya berdirinya lembaga seperti PKP AAI UGM sebagai pengelola kegiatan AAI di UGM dengan sistem terpusat bukanlah yang pertama kali. Pada tahun 1996 juga pernah berdiri PUSKOM AAI yang kantornya juga berkedudukan di Fakultas Filsafat. Namun karena ada pihak-pihak yang tidak suka, maka ketika muncul momentumnya PUSKOM AAI mengalami delegitimasi yang kemudian berdasarkan kebijakan Rektor (bapak Ichlasul Amal), akhirnya AAI dikembalikan pada masing-masing fakultas. Hal tersebut merupakan pelajaran berharga bagi generasi penerus AAI agar jangan lengah dan kurang berfikir taktis / strategis. Perjalanan dakwah masih sangat panjang, so eksistensi dan ekspansi perlu terus dijaga dan dikuatkan. Semoga AAI UGM bisa tetap berdiri sebagai perisai pengaruh globalisasi pada mahasiswa muslim baru UGM agar tetap memiliki kepribadian dan moral yang tinggi. Allahu Akbar !!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: