HEART VOICES : I Proud You, Shakuntala !

13 Nov

“Nana, Hana ingin jadi Biarawati saja. Lagian Hana sudah tak mungkin akan mengingatmu lagi.”

Praaak… rasanya hati gue pecah berkeping-keping setelah membaca sepenggal kalimat yang dikirimkan Hana lewat e-mail. Saat itu pula gue merasakan kehampaan yang lumayan dahsyat. Sakit hati gue, but bukan sebab pernyataan Hana melainkan gue sedih lantaran harapan gue untuk hidup bersamanya kini bakal menjadi khayalan belaka. Begitu pula mimpi gue untuk menuju taman cintanya harus berhenti sampai di sini. Namun gue kagak bisa berbuat apa-apa sebab pada dasarnya gue sekarang sudah terikat dengan wanita lain yang kemungkinan besar bakal jadi istri gue. Gue juga kagak mungkin mencegah atau menyalahkan keputusan Hana sebab ternyata gue sendiri kagak mampu memberikan kepastian bahwa gue bakal jadi pendamping hidupnya. Kenyataan pahit seperti ini boleh saja terjadi, but di balik semua itu gue masih menunggu sebuah keajaiban yang sanggup menyatukan gue dengannya. Kadang gue bertanya : “Mengapa Tuhan memperlihatkan cinta terindah terhadap gue, sedangkan gue sendiri kagak sanggup meraihnya.” Kini Hana Shakuntala, cewek yang gue kagumi selama hampir 6 tahun terpaksa harus gue tinggalkan. Berat memang, but semoga pilihan ini adalah jalan terbaik bagi kami berdua. I still love you forever, Hana !

“Hana, aku tetap bersyukur bahwa Tuhan telah memberiku kesempatan bisa mencintai kamu. Aku juga bangga bisa membayangkan kehangatan sikapmu. Pokoknya kagak pernah ada kebahagiaan terhebat seperti ini sebelum aku mengenalmu. Ragamu mungkin harus aku tinggalkan, tapi cintamu akan tetap terukir dalam hatiku. Segala apapun yang membuatmu bahagia, aku turut bahagia.”

Hanya kata-kata itulah yang bisa gue lontarkan pada Hana. Gue sadar bahwa kami memiliki prinsip dan keyakinan yang berbeda sehingga kagak seharusnya gue memaksakan diri untuk merengkuhnya. Biarlah kini Hana Shakuntala menjadi sebuah kenangan manis yang akan menjadi batu loncatan bagi gue untuk menjemput kenyataan manis. Gue yakin Tuhan masih sayang sama gue. Selama ini, gue banyak menjumpai peristiwa yang bikin gue semakin yakin bahwa Tuhan selalu sayang sama gue. Semoga pula kepergian Hana merupakan keputusan terbaik-Nya agar gue menemukan cinta yang lebih indah. Mencintai Hana Shakuntala merupakan pengalaman termanis dalam hidup gue, but dicintai Tuhan adalah harapan terbesar dalam jiwa gue. Mungkin hal itu pula yang menyebabkan Hana memutuskan untuk menjadi Biarawati. Kayaknya Hana ingin menjalankan ajaran agamanya secara utuh. Hidup memang menawarkan banyak pilihan. Sialnya banyak di antara kita terjebak dalam pilihan yang hanya akan mengantarkannya pada kebahagiaan semu. Masih banyak hal mengenai Hana Shakuntala yang belum saatnya gue beberkan sekarang. Mungkin lewat karya-karya gue di masa mendatang akan terungkap pula tentang betapa hebatnya pengaruh Hana Shakuntala yang selalu mewarnai hari-hari gue. You can feel me, Hana ?

“Sedikit yang kamu miliki dan banyak yang kamu berikan nampaknya mustahil, tapi itulah logika cinta. Saat kamu tidak menemukan kasih, maka ciptakanlah kasihmu untuk orang lain. Niscaya hatimu akan selalu penuh dengan suka cita. Lihatlah lilin yang berkorban menghancurkan dirinya sendiri, tapi berguna menerangi jalan dalam setiap pancarannya. Rasa sakit tak membuatnya murung, tapi semakin bersemangat karena banyak manusia yang tersenyum oleh cahayanya.”

Itulah pesan selanjutnya yang gue terima dari Hana. Hana juga cerita pada gue bahwa dirinya masih ingin mewujudkan mimpi-mimpi terbesarnya, salah satunya mendirikan wisma buat anak-anak dan para orang tua yang terlantar. Gue bangga sekali mendengar niat baik Hana tersebut. Ternyata di balik ketidak-peduliannya terhadap asmara, Hana masih memiliki cinta yang amat besar terhadap sesama. Gue jadi terharu dan berharap suatu saat kelak gue bisa membantu Hana mewujudkan mimpi-mimpinya tersebut. I proud (bangga) you, Hana !  

Akhirnya, gue harap tulisan ini kagak akan membuat ikatan hati kami menjadi terputus walau mungkin jarak akan terus memisahkan raga kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: