Archive | November, 2006

Perpanjangan Kontrak Rooney

30 Nov

Wayne Rooney Sebelum pertarungan penting menghadapi Chelsea, Manchester United sepakat untuk memperpanjang kontrak penyerang utamanya, Wayne Rooney. Kontrak baru ini akan mengikat Rooney di Old Trafford sampai tahun 2012. Sebenarnya penyerang berusia 21 tahun yang dibeli dari Everton dua musim lalu dengan harga sebesar 27 juta pound masih memiliki masa kontrak sampai tahun 2010, tetapi The Red Devils merasa kontribusinya pantas untuk mendapatkan kontrak baru dengan tambahan 2 tahun lagi.

Pemain muda yang di-klaim terbaik dilahirkan Inggris dalam satu dekade ini telah menjadi bagian penting bagi MU. Sejauh ini Rooney telah mengemas 40 gol dari 105 penampilannya bersama The Red Devils. Sedangkan untuk The Three Lions, ia telah mencatat 12 gol dalam 36 pertandingan. Perpanjangan kontrak ini membuat gajinya naik menjadi 115 ribu pound (lebih dari 2 milyar rupiah) per pekan yang menggantikan gaji lamanya yang hanya 70 ribu pound. Bayarannya tersebut dipercaya setara dengan gaji yang diterima oleh rekannya, Rio Ferdinand (sebelumnya Ferdinand menjadi pemain dengan gaji termahal di MU yang ditandatanganinya pada Agustus 2005. Namun panjangnya kontrak Ferdinand hanya selama 4 tahun, sedangkan MU mengikat kontrak baru bersama Rooney selama 6 tahun.

Negosiasi gaji antara MU dan agennya Rooney, Paul Stretford dipercaya telah berlangsung sejak dua bulan lalu setelah kedua pihak mengumumkan keinginan untuk mencapai kesepakatan baru yang akan mengikat Rooney lebih lama 2 tahun dari kontrak lamanya. Setelah memperpanjang kontrak Cristiano Ronaldo sampai tahun 2010, tampaknya Sir Alex Ferguson tak ingin kehilangan momen untuk mengikat para pemain muda potensialnya yang akan menjadi kekuatan utama The Red Devils meraih gelar dalam beberapa tahun mendatang. “Bersama Cristiano Ronaldo, mereka akan menjadi pemain terbaik dunia. Mereka berpotensi untuk merengkuh sejumlah prestasi. Kami beruntung dapat menjadi saksi dengan mengikat mereka di sini,” kata Ferguson. Sejauh ini Rooney hanya berhasil merengkuh gelar Piala Liga (Carling Cup) pada musim lalu sejak bergabung di Old Trafford.

Sementara itu, Rooney dari situs resmi MU menyatakan : “Saya telah memperpanjang kontrak lama selama 2 tahun. Hal itu merupakan sesuatu yang saya inginkan. Banyak yang ingin saya rengkuh bersama MU dengan bermula dari gelar Liga Premier musim ini. Saat ini merupakan momen yang baik bagi kami untuk meraih gelar. Tim ini berkembang dengan formula yang serasi antara para pemain berpengalaman dan para pemain muda. Saya bangga menjadi salah satu bagian dari tim ini.” (www.liputanbola.com)

 

Advertisements

Kamis, 30 November 2006

30 Nov

Barang siapa di antara kalian sudah mampu menikah, maka menikahlah sebab sesungguhnya pernikahan itu dapat menjaga pandangan dan kehormatan kalian. Namun barang siapa yang belum mampu melakukannya, maka hendaklah berpuasa sebab dengan berpuasa kalian bisa mengendalikan diri. (HR Bukhari dan Muslim)

Tevez Terus Beradaptasi

30 Nov

Pemain depan West Ham United asal Argentina, Carlos Tevez mengaku masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan gaya permainan sepakbola di Liga Premier yang lebih mengandalkan kekuatan fisik. Bersama rekannya, Javier Mascherano, Tevez bergabung dengan West Ham United setelah pindah dari klub Brasil, Corinthians sejak Agustus lalu. Namun sampai saat ini mereka masih mengalami kesulitan beradaptasi dengan gaya permainan Inggris. “Sepakbola Inggris sangat mengandalkan fisik dan saya harus sangat cepat. Saya bersama Mascherano sadar bahwa akan sangat sulit dan kami harus bersabar,” kata Tevez dalam wawancara dengan radio Mitre. “Saya memang tahu gaya permainan Inggris akan berbeda, tetapi tidak menyangka sebesar ini. Tidak banyak terlihat orang mendribel bola. Kami hanya melakukan sentuhan satu – dua atau mereka akan memakan kaki kami,” lanjutnya.

“Para pemain belakang juga kebanyakan bertubuh besar dan hampir tidak ada yang kecil. Kami harus siap 100 % apabila ingin bermain. Namun hal tersebut membuat kami selalu terpacu untuk meningkatkan kemampuan,” ungakap Tevez lagi. (www.bolanews.com)

 

Totti Masih Terbaik

30 Nov

Francesco Totti Ketika mengomentari tentang kandidat terkuat peraih Ballon d’Or atau Pemain Terbaik Eropa 2006 versi France Football, maka legenda sepakbola Prancis, Michel Platini sempat menyampaikan pendapatnya tentang Francesco Totti. Selain memuji pangeran Roma tersebut sebagai salah satu pemain langka dan mampu mengubah arah jalannya pertandingan dalam sekejap, Platini tak urung menilai Totti sebagai sosok yang tidak konsisten dan hanya mau bermain bersama AS Roma. Menurut mantan kapten Juventus itu, Totti sebenarnya layak mendapat hukuman karena sesuai aturan FIFA bahwa pemain yang menolak dipanggil ke dalam timnas dapat dijatuhi hukuman larangan bertanding dalam dua partai klub.

Dalam keterangannya, Totti menyatakan bahwa ia masih belum dapat kembali memperkuat timnas yang kini diasuh oleh Roberto Donadoni selama masih ada plat yang menempel di engkelnya. Seperti sudah diketahui, Totti mengalami cedera retak engkel yang dideritanya pada Februari 2006. Opini Platini tersebut didukung Presiden Lega Calcio, Antonio Matarrese. “Saya setuju dengan pendapat Platini bahwa seorang pemain seharusnya menjawab panggilan timnas tersebut,” kata Matarrese. Namun seperti yang dilansir Football Italia, pendapat dua orang tokoh sepakbola itu mendapat sanggahan dari Azeglio Vicini, mantan pelatih timnas Italia periode 1986 – 1991. “Saat ini Totti masih menjadi pemain terbaik yang ada di Italia. Ia mampu tampil baik dan kini sedang berusaha memulihkan kondisinya,” kata Vicini kepada Rete Sport.

Vicini (73 tahun) yang mampu mengantarkan Italia maju ke babak semifinal Piala Eropa 1988 dan Piala Dunia 1990 meminta semua pihak untuk tidak memaksa Totti. “Totti akan kembali memperkuat timnas jika ia telah merasa kondisinya fit kembali. Hanya ia yang tahu persis kondisinya. Jadi, tidak masuk akal kalau ia dipaksa untuk tetap bermain. Totti merupakan pemain yang unik. Tanpa Totti, maka Italia akan kesulitan,” tandas Vicini. Berbeda penilaian tentang Totti, rupanya Vicini setuju dengan pendapat Platini yang meng-klaim Gianluigi Buffon lebih berhak menerima penghargaan Ballon d’Or ketimbang rekannya, kapten Fabio Cannavaro. “Saya pikir penghargaan itu lebih layak disematkan kepada Buffon. Namun jika ada kategori pemain bertahan terbaik, maka Cannavaro pantas mendapatkannya,” tambahnya. (www.liputanbola.com)

 

Roma Pesta Gol

30 Nov

AS Roma terus menunjukkan grafik menanjak. Untuk ke-4 kalinya secara beruntun Francesco Totti dkk meraih kemenangan besar dengan menundukkan salah satu tim promosi, Catania dengan skor 7 – 0 (4 – 0). Kemenangan yang diraih pasukan Luciano Spalletti tersebut terhitung mudah karena Catania harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-15 babak pertama dan bahkan dengan 9 pemain menjelang akhir pertandingan. Kekalahan itu sekaligus memupus rekor tak terkalahkan tim yang diasuh Pasquale Marino sejak pekan ke-6. Defender gaek Christian Panucci dan gelandang Simone Perrotta yang masing-masing mencetak dua gol. Sementara tiga gol lainnya dicetak oleh Alessandro Mancini, Vincenzo Montella, dan Francesco Totti. Kemenangan tersebut juga semakin mendekatkan Roma dengan Palermo yang berada di posisi ke-2 klasemen sementara Liga Seri-A. Kini kedua tim hanya berselisih satu poin, yaitu Roma 26 poin dan Palermo 27 poin.

Posisi puncak masih ditempati Inter Milan dengan 30 poin. Menjamu tim yang terkena penalti 15 poin akibat skandal Calciopoli, Reggina pasukan Roberto Mancini cukup beruntung dengan terciptanya gol cepat Hernan Crespo di menit ke-4 babak pertama. Reggina yang memberikan perlawanan cukup ketat gagal menyelesaikan beberapa peluang yang tercipta, termasuk sundulan Simone Missiroli dari jarak dekat yang hanya membentur tiang gawang dan tendangan striker Honduras, Julio Leon yang harus membuat kiper Julio Cesar melakukan penyelamatan gemilang. Reggina semakin menderita setelah pelatih Walter Mazzarri terpaksa harus keluar dari bangku cadangan pemain di menit ke-37 gara-gara memrotes keras keputusan wasit Rocchi. (www.liputanbola.com)

 

Sejarah PKP AAI UGM

30 Nov

Pusat Koordinasi Pengelola AAI UGM Kegiatan Asistensi Agama Islam (AAI) di UGM sebagaimana yang juga berjalan di kampus-kampus lain merupakan kegiatan yang sangat penting dan strategis dalam rangka penanaman nilai dan penguatan moral, khususnya bagi mahasiswa baru sebelum mereka mengarungi dunia perguruan tinggi yang merupakan pusat ideologi (ideologi paling kiri hingga paling kanan), selain fungsi utamanya sebagai pusat pembentukan kapasitas intelektual. Namun, pengelolaan AAI pada saat itu berjalan dengan apa adanya. Ada fakultas yang menyelenggarakan AAI dan ada pula yang tidak. Pada beberapa jurusan di Fakultas Teknik, AAI dilaksanakan di semester 5, bahkan lebih (lucu… pengelolanya mahasiswa angkatan berapa ya ?). Ada lagi fakultas yang pengelolaan AAI-nya kurang optimal karena sulit dalam mengatur jadwal dan juga sulit dalam masalah dana. Hal itu terjadi karena pemenuhan kebutuhannya dari swadaya mahasiswa / peserta AAI, padahal AAI sendiri merupakan salah satu variabel dalam penilaian mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Beruntung sekali UGM memiliki pahlawan tanpa tanda jasa seperti para pengelola AAI yang sama sekali tidak digaji, tetapi mereka tetap konsisten membantu penanaman nilai-nilai Islam pada para mahasiswa.

Berangkat dari kondisi seperti itulah, sebanyak 13 fakultas dari 18 fakultas yang ada di UGM berkoordinasi dan melakukan evaluasi bersama. Pertemuan pertama dilaksanakan di Fakultas Ekonomi ruang R-101. Dari beberapa kali pertemuan, akhirnya pada bulan Februari tahun 2002 ke-13 fakultas tersebut menandatangani kesepakatan bersama untuk mengokohkan eksistensi dan operasionalisasi AAI melalui satu wadah bersama di tingkat universitas. Hal tersebut baru merupakan langkah awal. Ternyata walaupun sudah merepresentasikan 13 fakultas, posisi tim pada saat itu masih sangat lemah. Oleh karena itu, kami berusaha melakukan lobi ke bagian MKPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian) di Fakultas Filsafat yang merupakan bagian manajemen dari mata kuliah pengembangan kepribadian, salah satunya adalah Pendidikan Agama Islam (PAI). Sambutan yang sangat lembut dan antusias kami dapatkan dari bapak (alm) Suhadi, S.H., M.Hum. yang saat itu beliau merupakan ketua MKPK. Bahkan beliau sangat mendukung dengan menyediakan kami sebuah ruang di Fakultas Filsafat sebagai kantor AAI. Selain itu, beliau juga yang menghubungkan kami dengan Dekan Filsafat dan memfasilitasi beberapa pertemuan dengan dosen-dosen Pendidikan Agama Islam se-UGM (semoga Allah SWT menerima segala amal kebajikan beliau… Amin).

Eksistensi di tingkat Fakultas Filsafat belum cukup. Otonomi fakultas menempatkan fakultas sebagai penentu kebijakan. Oleh karena itu, AAI membutuhkan legitimasi yang lebih kuat, yaitu universitas. Kami mencoba masuk ke rektorat melalui pintu Wakil Rektor I Bidang Akademik. Beberapa kali presentasi yang kami lakukan bergandengan dengan Jamaah Sholahuddin (diketuai oleh saudara Hafidz Zaini) membuahkan dukungan positif walaupun tidak secara konkrit berupa dana dan sebagainya. Setelah mendapatkan informasi dari seorang dosen Pendidikan Agama Islam yang sangat mendukung AAI (beliau juga pelopor AAI di tahun 1996), kami menggandeng beberapa orang yang sangat semangat dan juga memiliki pengaruh kuat terhadap Rektor, yaitu bapak Mashuri Maschab, SU., bapak Prof. Dr. Zaenal Bahrudin, M.Sc., dan bapak Prof. Dr. Ahmad Mursyidi, M.Sc., Apt. Selanjutnya, bapak Mashuri Maschab, SU. yang sangat tegas dan keras mendukung AAI beberapa kali melakukan kontak telepon secara langsung kepada Rektor tentang AAI. Beliau juga yang menjadi pembicara dalam forum pertemuan dosen Pendidikan Agama Islam. Alhamdulillah bapak Prof. Dr. Ahmad Mursyidi, M.Sc., Apt. diangkat menjadi Kepala Senat Universitas sehingga semakin memudahkan beliau melakukan pendekatan kepada Rektor. Akhirnya, keluarlah keputusan tentang eksistensi Pusat Koordinasi Pengelola (PKP) AAI dan kegiatan AAI sebagai suatu kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa muslim baru UGM. Naskah SK dirumuskan oleh bapak Suhadi bersama tim yang kemudian dibawa oleh Fakultas Filsafat ke gedung rektorat.

Sebenarnya berdirinya lembaga seperti PKP AAI UGM sebagai pengelola kegiatan AAI di UGM dengan sistem terpusat bukanlah yang pertama kali. Pada tahun 1996 juga pernah berdiri PUSKOM AAI yang kantornya juga berkedudukan di Fakultas Filsafat. Namun karena ada pihak-pihak yang tidak suka, maka ketika muncul momentumnya PUSKOM AAI mengalami delegitimasi yang kemudian berdasarkan kebijakan Rektor (bapak Ichlasul Amal), akhirnya AAI dikembalikan pada masing-masing fakultas. Hal tersebut merupakan pelajaran berharga bagi generasi penerus AAI agar jangan lengah dan kurang berfikir taktis / strategis. Perjalanan dakwah masih sangat panjang, so eksistensi dan ekspansi perlu terus dijaga dan dikuatkan. Semoga AAI UGM bisa tetap berdiri sebagai perisai pengaruh globalisasi pada mahasiswa muslim baru UGM agar tetap memiliki kepribadian dan moral yang tinggi. Allahu Akbar !!

Symphoni 2 Hati

23 Nov

Bila kau ternyata tak sanggup lagi memendam rindumu untukku Ijinkan kuhadir menemanimu meski aku tak akan mungkin selalu di dekatmu

Tak usah kau takut memilikiku meski aku telah beristri Kuingin kau jadi istri keduaku Tapi jangan kau kecewakan istri pertamaku

Selamat datang melatiku Kini kau milikku Serahkanlah segala yang dapat kau berikan padaku

Bagiku cintamu sangat berarti meski kau jarang bersamaku Kurela sebagai istri keduamu Tapi biarkan kau terhempas dalam pelukanku

Sentuh aku oh… sayangku ! sepuas hatimu Nikmatilah segala yang bisa kau rasakan dariku