Diskriminasi Muslimah Inggris

20 Sep

Aksi Muslimah Inggris Hanya karena mengenakan busana muslim, banyak wanita muslimah berkualitas di Inggris yang mengalami diskriminasi dalam bidang pekerjaan. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa gadis-gadis imigran asal Asia Selatan memiliki motivasi untuk maju lebih tinggi dibanding gadis-gadis kulit putih. Seorang muslimah bernama Saida Ahmad mengungkapkan pengalamannya saat wawancara kerja di sebuah bank. Katanya, orang yang mewawancarainya hanya menatapnya saja dan terkesan tidak mau bicara dengannya. “Di atas kertas, saya adalah orang yang ambisius, punya motivasi, dan berpengalaman. Tapi ketika orang tersebut melihat bagaimana penampilan saya, kelihatannya dia berpikir bahwa saya tidak cocok dengan perusahaan tersebut,” papar Saida, gadis 29 tahun yang tinggal di Bradford.

Saida menegaskan bila jilbabnya menandakan kekuatan, keteguhan hati, dan kemerdekaan. “Ini soal berhadapan dengan sebuah budaya yang melihat kaum perempuan hanya sebagai obyek seksual dan soal pendirian tentang identitas bagi kaum perempuan yang berbeda dengan laki-laki,” sambung Saida. Sebagai seorang lulusan universitas, Saida punya harapan untuk bisa memasuki dunia kerja dan meniti karier. Namun, kini ia berhenti bermimpi setelah sejumlah penolakan yang dialaminya. Biasanya penolakan terjadi setelah tahap wawancara kerja.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Equal Opportunities Comission (EOC), banyak muslimah dan kaum perempuan dengan latar belakang imigran mengalami nasib serupa Saida. Studi tersebut menyebutkan bahwa dari 1.500 kaum perempuan yang diwawancarai, mayoritas mengalami hal yang mereka sebut sebagai hukuman etnis. Mandy, pria asal Banglades yang kini bekerja di sebuah organisasi seni mengalami hal yang disebut hukuman etnis tersebut. Pada minggu pertama bekerja Mandy mengenakan busana Salwar Kamezz dengan syal. Salwar Kameez adalah busana tradisional yang dikenakan masyarakat Asia Selatan berupa celana panjang longgar (Salwar) dan atasannya berupa baju panjang (Kameez). Melihat Mandy berpakaian seperti itu, manajernya berkata : “Kamu seperti seorang teroris Taliban.” Lalu, saya menanyakan alasannya berkata seperti itu. Manajernya bilang : “Kami orang Islam terlalu sensitif dan butuh pencerahan. Saya adalah satu-satunya muslimah dan di sana terdapat budaya dimana orang Islam tidak dianggap sehingga setiap orang cenderung memperlakukan seorang muslim seperti itu.”

Laporan EOC juga menunjukkan bahwa 90 % kaum perempuan asal Pakistan dan Banglades mendapat gaji yang lebih rendah dan tingkat pengangguran cukup tinggi. Menurut Ketua EOC, Jenny Watson mereka mengalami perlakukan negatif karena busana yang menunjukkan identitas agama mereka dan dipaksa agar menerima pekerjaan level rendah yang tidak sesuai dengan kualifikasi mereka. “Mereka jelas-jelas mengalami rasisme dan sexisme yang begitu sulit dikendalikan,” ujar Watson. Padahal masih dari hasil studi tersebut, mayoritas kaum perempuan yang disurvey memiliki motivasi tinggi dan keinginan kuat untuk mendapatkan kebebasan dan sukses dalam karier mereka. “Ternyata yang kita temukan di satu sekolah yang sama adalah kaum muda asal Pakistan dan Banglades lebih ambisius dibanding kaum muda kulit putih. Mereka lebih memiliki aspirasi untuk mendapatkan posisi-posisi senior dan lebih banyak yang ingin menjadi sarjana,” tambahnya.

Temuan tersebut diperkuat dengan pernyataan Vanessa Ogden, kepala guru di sekolah khusus perempuan Mulberry, Tower Hamlets di London Timur. Di sekolah tersebut 97 % siswanya asal Banglades dan 98 % adalah muslim. Mayoritas dari mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Gadis-gadis itu sangat ambisius dan orang tua mereka juga sangat ambisius terhadap anak-anaknya,” kata Ogden. (www.eramuslim.com)

Advertisements

One Response to “Diskriminasi Muslimah Inggris”

  1. jibrin 30/03/2008 at 6:48 am #

    memang seperti itulah orang-orang yang tidak menggunakan akalnya untuk berfikir.mereka orang-orang yang sombong dan congkak,mana katanya negara yang mengelu-elukan demokrasi itu,semua itu hanya omongkosong belaka.coba kalau itu yang terjadi di negeri-negeri yang mayaritas muslim tentu langsung aja merek{usa,inggris dan cs-nya}langsung menyerang,memborbadir negara tsb dengan dalih demokrasi.semoga Allah ta’ala menghinakan mereke dan meluluhlantakan mereka.amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: