Kematian Bisa Terjadi Kapan Saja

14 Sep

Aktivis Kampus Siang itu langit tampak bersedih seolah ingin segera menumpahkan air matanya. Gue coba mengayuh sepeda lebih cepat sebab takut kehujanan di jalan. Hari itu kebetulan gue ada kuliah. Jadinya, gue tetap berangkat ke kampus walau lagi asyik maen game. Sesampainya di depan markas HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Komputer), mata gue terbelalak saat memandang secarik kertas di papan pengumuman. “Innalillahi, seorang aktivis kampus meninggal dunia. Semoga beliau khusnul khotimah,” gumam gue.

Death Will Come Anytime. Kayaknya kalimat tersebut perlu kita renungkan kembali dalam-dalam. Ternyata segala sesuatu yang bernama “hidup” pasti akan bertemu dengan sesuatu yang bernama “mati”. Kita memang sering melupakan kematian lantaran terlalu enjoy dengan gemerlap dunia. Padahal kenikmatan dunia sangatlah kecil bila dibandingkan dengan kenikmatan surga-Nya. Kita juga kadang merasa kematian masih terlalu jauh lantaran usia yang masih muda. Padahal kematian tak pernah mengenal usia pemiliknya. Kalau sudah tiba masanya maka tak seorang pun mampu menolaknya. Jadi, usia bukanlah patokan bagi cepat atau lambatnya kematian seseorang.

Allah SWT sengaja merahasiakan waktu kematian setiap hamba-Nya. Kita tak pernah tahu kapan malaikat Ijrail akan datang mengambil nyawa-nyawa manusia yang dikehendaki-Nya. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa kita harus senantiasa berhati-hati dalam mengarungi kehidupan dunia. Jangan sampai kematian hadir saat kita sedang berada dalam kemaksiatan. Semoga kita termasuk umat-Nya yang pandai bersyukur dan selalu ingat akan kebesaran Illahi. Cobalah sejenak kita renungkan sebuah lagu karya Ungu Band.

Andai kutahu kapan tiba ajalku ? Kuakan memohon Tuhan tolong panjangkan umurku. Andai kutahu kapan tiba masaku ? Kuakan memohon Tuhan jangan kau ambil nyawaku.

Aku takut akan semua dosa-dosaku. Aku takut dosa yang terus membayangiku.

Andai kutahu malaikat-Mu akan menjemputku ? Ijinkan aku mengucap kata taubat pada-Mu.

Ampuni aku dari segala dosa-dosaku. Ampuni aku menangisku bertaubat pada-Mu.

Aku manusia yang takut neraka. Namun aku juga tak pantas di surga.

Tulisan ini gue rilis sebagai ungkapan duka cita dan sekaligus kenangan atas meninggalnya sahabat gue, Titis Dwiyanti. Gue harap, semoga Allah SWT memberikan tempat terindah untuknya.

Advertisements

2 Responses to “Kematian Bisa Terjadi Kapan Saja”

  1. Sisi 26/11/2006 at 11:27 am #

    u/ enda klo d foto smile’na mana ??? qo manyun ja c… ?! jgn manyun githu dong… kan ganteng’na jadi luntur dech… lagu2 yg lo ciptain keren n’ top abizzz… lirik’na tuch dalem bgt… membuat hati w melayang ky d surgamu…
    u/ onci lo tuch manizzzzzz bgt dech… palagi jenggot lo yg bkn lo jd kelihatan gentle bgt…………..
    u/ pasha lo tuch co yg cute n’ cool bgt… sampe refrigerator aja kalah tuch… n’ lo tuch type ayah yg baik n’ b’tnggng jwb ma kluarga…………..

  2. ShakuntalaG4nk 16/01/2007 at 3:21 am #

    Sisi, koq komentar elo kagak nyambung seh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: