Sepenggal Kisah KAMMI

9 Sep

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia KAMMI berdiri pada hari Ahad tanggal 29 Maret 1998 atau bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijah 1418 H yang dituangkan dalam naskah Deklarasi Malang. KAMMI adalah sebuah gerakan mahasiswa muslim ekstra kampus yang berbekal semangat perubahan (baca : reformasi). KAMMI muncul sebagai salah satu kekuatan alternatif yang berbasis mahasiswa muslim dengan mengambil momentum pada pelaksanaan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) X se-Indonesia. Saat bangsa Indonesia dilanda krisis ekonomi tahun 1998, FS-LDK mendeklarasikan KAMMI di Universitas Muhammadiyah Malang pada 25 – 29 Maret 1998 dengan Fahri Hamzah (UI) dan Haryo Setyoko (UGM) sebagai Ketua dan Sekretaris. KAMMI lahir atas keprihatinan mahasiswa muslim terhadap kepemimpinan Soeharto yang dinilai sudah tidak layak lagi menjadi presiden karena kepemimpinannya yang militeristik, KKN, dan anti demokrasi.

Pasca deklarasi, KAMMI senantiasa menjadi motor gerakan yang tiada henti mengumandangkan suara reformasi. KAMMI menjadi variabel yang tak terpisahkan dalam proses lengsernya Soeharto. Aksi besar-besaran dengan menghadirkan puluhan ribu massa menjadi bukti bahwa KAMMI adalah sebuah gerakan mahasiswa muslim yang solid dan memiliki integritas yang kuat sebagai bekal perjuangan. Hal tersebut juga sekaligus menggambarkan bahwa mahasiswa masih memiliki jiwa perubahan meski selama lebih dari 30 tahun di bawah tekanan orde baru. Masjid dan kampus merupakan 2 komponen yang memberikan sentuhan dalam arah perjuangan KAMMI. Salah satu visi KAMMI adalah menciptakan generasi pemimpin bangsa. Generasi pemimpin yang diharapkan KAMMI adalah pemimpin yang selalu membangun bangsa, melaksanakan cita-cita reformasi, melanjutkan cita-cita kemerdekaan, serta memiliki kekuatan spiritual dan religiusitas. Ideologi KAMMI adalah Islam. Salah satu rumusan ideologi KAMMI adalah kebatilan sebagai musuh abadi KAMMI. Sementara itu, pemilihan nama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang disingkat KAMMI memiliki makna dan konsekuensi pada beberapa hal, yaitu KAMMI adalah sebuah kekuatan terorganisir yang menghimpun berbagai elemen mahasiswa muslim baik perorangan maupun lembaga yang sepakat bekerja sama dalam format KAMMI. Selanjutnya, KAMMI adalah sebuah gerakan alternatif yang berorientasi pada aksi real dan sistematis berdasarkan gagasan konsepsional yang matang mengenai reformasi dan pembentukan masyarakat Islami.

Sebagai salah satu gerakan mahasiswa muslim, KAMMI menempatkan kadernya sebagai insan yang memiliki 3 tanggung jawab, yaitu pertama sebagai intelektual muda yang berarti kader KAMMI harus menjadi ahli dalam disiplin ilmunya masing-masing, kedua sebagai bagian dari masyarakat yang berarti kader KAMMI harus memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial masyarakat, dan ketiga sebagai hamba Allah yang berarti kader KAMMI harus memiliki kekuatan spritual dan religiusitas, melaksanakan perintah Allah SWT, serta mengamalkan sunah Rasulullah secara menyeluruh.

KAMMI memiliki bangunan struktural mulai dari pusat sampai tingkat universitas. Secara struktural tingkatan tertinggi KAMMI adalah KAMMI Pusat yang berkedudukan di Jakarta. Lalu, KAMMI Daerah yang membawahi beberapa universitas. Sedangkan untuk tingkatan universitas bernama KAMMI Komisariat. Kalian tertarik dengan KAMMI, maka bergabunglah bersama KAMMI. Kalian tidak tertarik dengan KAMMI tetapi kalian adalah orang yang tidak suka dengan kebatilan, maka sesungguhnya kalian adalah bagian dari KAMMI.

Advertisements

16 Responses to “Sepenggal Kisah KAMMI”

  1. Desie 25/01/2007 at 4:40 am #

    Subhanallah…
    Itulah sebabnya aku berada di KAMMI.
    Semoga KAMMI tetap istiqomah dalam dakwah.

  2. Dewi Ranti 09/03/2007 at 7:20 am #

    yap… islam is the best. dakwah is the best. KAMMI is the best.

  3. Taufik 14/03/2007 at 6:11 am #

    karena itu aku mencintai KAMMI, sebagaimana aku mencintai diriku sendiri
    karena itu aku berjuang untuk KAMMI, seperti darah daging membentuk jasadku
    begitu semangatku untuk membangun KAMMI, menuju kebangkitan umat dan bangsa

  4. Bob 03/04/2007 at 1:38 pm #

    Silakan kunjungi http://www.gemapembebasan-jatim.blogspot.com untuk menemukan referensi tentang pergerakan mahasiswa yang mendukung penegakan syariat Islam. Syukran !

  5. INDRA GUNAWAN 08/05/2007 at 1:40 am #

    Ane secara pribadi sangat kagum dengan KAMMI. Selain pergerakannya yang begitu rapi, KAMMI juga membentuk kader-kader baru untuk melanjutkan dakwah yang dititipkan Rasulullah SAW, yaitu menciptakan perdamaian berdasarkan syariat ISLAM yang berakhlak mulia, disiplin, konsekuensi, bertanggung jawab, dan menjalankan perintah Allah SWT.

    Semoga KAMMI tetap berjaya dan selalu berkibar untuk mengumandangkan takbir “ALLAHU AKBAR !!” Amin Ya Robbal Alamin…

  6. Aryo 14/05/2007 at 2:00 pm #

    assalam…
    moga2 kammi selalu menjadi tauladan organisasi2 di kampus dan menjadikan organisasi ujung tombak dakwah di indonesia 😀
    wassalam…

  7. Aisya 24/05/2007 at 8:22 am #

    ana cuman kader baru yang sedang mencari arti kehidupan…..
    ana hanya bisa berbisik
    …….ALLAH akan mendampingimu di setiap jalanmu !
    berbuatlah yang terbaik demi agamamu…

  8. Ferry Fadly 24/06/2007 at 2:34 pm #

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Ketika Islam menjadi pilihan hati
    KAMMI pun setia mendampingi
    Menyusun barisan nan rapi
    Siap untuk menggetarkan negeri
    Membawa kepada masyarakat madani
    Menuju ridho Illahi

  9. Zael 19/07/2007 at 5:54 pm #

    wallahu ma’ana…

  10. Arah Madani 02/08/2007 at 1:30 pm #

    Assalamu’alaikum, Ikh / Akh…
    Saya pengurus Ikatan Keluarga Mahasiswa Islam Universitas Mpu Tantular… Saya mempunyai niat untuk melebarkan dakwah KAMMI di kampus UMT… Bagaimana agar saya dapat menjadi anggota KAMMI ?
    Alhamdulillah… Saya juga LIQO dengan Ikw di Pengurus Cabang PKS Jakarta Timur pada Wilayah Malaka Jakarta Timur…
    Saya sempat menemui Ikw di UNJ, tetapi tidak ada komunikasi lebih lanjut ?

  11. RIO RAMABASKARA 18/10/2007 at 3:25 am #

    Ketika Mahasiswa menggaungkan diri sebagai sebuah Icon perubahan, maka sudah selayaknya mahasiswa merealisasikannya dalam sebuah perjuangan, baik pada tataran akademis maupun pada tataran praktis. Di sadari ataupun tidak hari ini ketika kita berbicara masalah seorang ‘pejuang mahaiswa’ yang kemudian kita sebut sebagai aktifis, maka yang muncul pada benak masyarakat adalah sebuah sindrom ‘Phobia terhadap aktifis’, hal ini diakibatkan karena ulah segelintir aktifis yang sebenarnya tidak memahami hakikat dari perjuangan mahasiswa itu sesungguhnya.

    Aktifis dicitrakan sebagai orang yang sangat Aktif, namun sayang karena keaktifannya itulah yang menyebabkan perhatiannya terhadap masyarakat menjadi tipis. Selain itu juga aktifis senantiasa di identikkan dengan kuliah yang lama, pakaian yang asal-asalan, cenderung frontal, dan dan lapangan pekerjaan yang tidak jelas. Sehingga muncul lah sindrom rendah diri yang menjangkiti para mahasiswa untuk menerima gelar sebagai seorang aktifis.

    Anggapan miring tentang seorang aktifis kian menjadi, ini masih dikarenakan oleh segelintir aktifis karbitan, hal ini dapat dilihat dari kegiatan demonstrasi yang mereka lakukan. Mereka menggaungkan perjuangan atas nama rakyat, namun pelaksanaannya nihil, mereka cendrung melakukan aksi demonstrasi yang tidak layak dikatakan sebagai sebuah perjuangan mahasiswa seperti mengganggu ketertiban umum, anarkis, mengeluarkan kata kata kotor dalam tiap aksi yang mereka lakukan, bahkan tidak jarang mereka melakukan aksi demonstrasi tanpa mengantongi surat izin.

    Inilah sebenarnya tugas besar para rekan rekanku sesama aktifis, untuk kita kembalikan citra mulia seorang aktifis, sehingga Aktifis bukanlah hanya sekedar aktifis, namun aktifis adalah seorang yang karena keaktifannya dapat menepis semua anggapan miring tersebut. Dan kembali membuktikan kepada masyarakat bahwa aktifis adalah para pejuang suci.

    Saya pernah mengikuti aksi demonstrasi, baik dengan jumlah massa puluhan, ratusan, bahkan ribuan, namun kami dapat buktikan kepada masyarakat bahwa aksi kami adalah benar benar aksi damai, aksi simpatik, dan aksi yang santun. Itu semua tidak akan bisa lepas dari Management aksi yang dikelola secara professional, bukan sekedar aksi jalanan ‘Show of Force’ saja tapi benar benar memperjuangkan kepentingan rakyat.

    Inilah sebenarnya yang kita inginkan sebuah perjuangan yang penuh dengan sopan santun, meminimalisir cacian masyarakat. Jangan sampai kita menjadikan masyarakat sebagai rival perjuangan kita, karena sesungguhnya masyarakat adalah rekanan kita dalam perjuangan. Antara mahasiswa dan masyarakat ibarat dua sisi mata uang, dimana antara satu dengan yang lain tidak akan mungkin dapat terpisahkan. Kita sebagai seorang aktifis adalah sebuah pengejawantahan nyata dari masyarakat, dan masyarakat adalah obyek perjuangan dan penerapan disiplin ilmu yang kita terima pada tataran akademis.

    Inilah yang menjadi perbedaan mendasar antara aktifis pergerakan dengan para ‘aktifis Apatis’, yang acap kali enggan memperdulikan kelangsungan bangsa ini, ketika rekan rekan seusia kita tengah ramai ramai ‘berjingkrak jingkrak’ dipanggung pertunjukan musik, namun kita tidak akan kalah gagahnya berjingkrak di atas jalan raya, ditemani terik mentari, yang insya Allah akan menjadi saksi perjuangan kita. Dan yakinlah saudaraku.. bahwa apa yang kita lakukan untuk kemajuan bersama akan mempunyai nilai yang lebih tinggi dimata Allah.

    Untuk itu saya menghimbau kepada rekan rekanku sesama aktifis.. ayo kita rapatkan barisan, kita galang kekuatan, kembali sucikan niat dalam perjuangan ini, sesungguhnya kita adalah elemen penting dalam peletakan batu bata peradaban bangsa ini.

    Ingatlah ketika Mahasiswa dalam mengusung Reformasi tahun 1998, mereka bisa bersatu, entah itu aktifis kiri maupun kanan. Lalu apa yang menyebabkan kita sekarang dalam agenda mengawal pelaksanaan reformasi enggan untuk bersatu…? Atau apakah perlu adanya reformasi jilid 2 yang kemudian dapat mempersatukan perjuangan kita kembali…?

    Perjuangan panjang kita bukan hanya identik dengan sebuah aksi demonstrasi saja yang kemudian menghasilkan orasi jalanan, namun sesungguhnya perjuangan kita lebih dari itu. Demonstrasi hanyalah satu cara dari sekian banyak cara yang ada untuk merealisasikan perjuangan ini. Mari kita renungi kembali syair perjuangan kita…!

    Kepada para Mahasiswa…!

    Yang merindukan kejayaan

    Kepada rakyat yang kebingungan…!

    Di persimpangan jalan

    Kepada pewaris peradaban…!

    Yang telah menggoreskan

    Sebuah catatan kebanggaan

    Di lembar sejarah manuia

    Wahai kalian yang rindu kemenangan…!

    Wahai kalian yang turun kejalan…!

    Demi mempersembahkan jiwa dan raga

    Untuk negeri tercinta

    Reformasi 3x sampai mati…!

    Ya.. begitu besar dan panjangnya perjuangan kita, sehingga menuntut sebuah kebulatan tekad dan kesungguhan didalamnya. Mahasiswa sejati adalah mereka yang senantiasa mendambakan akan lahirnya sebuah kejayaan, serta yang memperjuangkan sebuah kemenangan, mereka hadir pada masyarakat dengan membawa solusi terhadap segala permasalahan yang ada, dan bukan untuk menambah rentetan permasalahan.

    Para pembenci keadilan boleh saja mengatakan bahwa perjuangan kita sudah mati, namun ingatlah saudaraku, sesungguhnya semangat ini tidak akan pernah padam. Selama masih ada Batu bata, air yang mengalir, selama masih ada pohon yang melambai, angin yang berhembus, maka selama itulah semangat perjuangan ini akan tetap dikumandangkan.

    Mungkin semua unsur tadi (Batu bata, air, pohon,) kalau berdiri sendiri akan menjadi unsur yang tidak bernilai. Namun ingatlah, ketika semua unsure itu bersinergi menjadi satu maka akan menghasilkan sebuah bangunan yang kokoh. Ya.. sebuah bangunan yang kokoh, itulah bangunan yang bernama Indonesia. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah siapakah arsitek yang akan mempersatukan semua unsure tadi…? Jawabannya ada pada benak kita semua..

    Sesungguhnya perjuangan ini tidak akan mampu untuk diusung oleh segelintir orang, apalagi oleh mereka yang seolah-olah berkerumun tidak beraturan. Ibarat buih di pantai, yang sekali di hempaskan oleh gelombang, akan hilang lenyap didalam pepasir. Jangan sampai pergerakan ini di bungkam…!

    Bangkitlah saudaraku.. satukan langkah, Teriakkan suara-suara keadilan, solidkan pergerakan untuk menuntaskan perubahan…!!!

    Koordinator Pusat Komunikasi Daerah (PUSKOMDA) FSLDK NTB Raya

  12. Anzal 18/11/2007 at 4:37 pm #

    as.

    saya aktivis FISIP Unsoed.

    berbicara mengenai KAMMI merupakan sesuatu hal yang menarik!

    sempat saya bertanya dalam hati, ‘masih berfungikah KAMMI seperti layaknya sebuah gerakan dakwah’

    perlu diketahui bahwa sebuah gerakan dakwah diperlukan orang-orang yang mumpuni dalam dakwah itu sendiri. bahkan sering dikatakan dikatakan aktivis dakwah termasuk dalam jajaran orang yang berjuang di jalan Allah.

    wahai kawanku..
    lihatlah era sekarang! saya melihat KAMMI tidaklah gerakan seperti dulu ketika masanya 98 sampai 00. tapi sekarang gerakan itu tidaklah sedahsyat dahulu.

    ketika komersialisasi pendidikan terus berkembang biak!!
    ketika pasar tradisional milik rakyat kecil mulai di gusur!!
    ketika BANGSA INI AKAN TERUS MELARAT!!! BANGKRUT DENGAN KORUP2NYA DAN HUTANG YANG TERUS MELIMPAH!!

    MANA GERAKAN DAKWAH YANG SELALU MENGEDEPANKAN RAKYAT YANG ADIL DAN SEJAHTERA!! KEMANA ENGKAU BERJALAN WAHAI “KAUM INTELEK”!!
    MANA GERAKAN YANG MENGHASILKAN SBUAH LANGKAH KONKRET BAGI RAKYAT DAN BANGSA INI.!!

    masih layakkah KAMMI!!!

    kawan,,,!!! TUNJUKAN PADA DUNIA BAHWA KITA MAMPU MENGUBAH DUNIA. DUNIA TIDAK AKAN BERUBAH KETIKA KITA HANYA BERPIKIR TAPI BERTINDAK NYATA!!!!
    GERAKAN KAMMI MERUPAKAN GERAKAN BESAR.
    JANGANLAH KAU KOTORI GERAKAN DAKWAH TERSEBUT DENGAN HAL2 YANG MEMALUKAN BAGI DAKWAH.
    INGAT BAHWA PERJUANGAN MASIH BELUM USAI!!
    TERUS BERJUANG. MEMBELA RAKYAT DAN MENYELAMATKAN BANGSA INI!!!
    ALLAHU AKBAR!!!

  13. aria 17/02/2008 at 3:26 pm #

    assalamu’alaikum
    lam kenal dari KAMMDA Purwokerto
    semangat!!!!
    cayoo!!!
    Allhu akbar!!!

  14. red_A 13/12/2008 at 2:45 am #

    kammi adalah sebuah wadah yang sangat luar biasa dengan sistem pengkaderan yang rapi, tujuan yang jelas dengan pedoman yang jelas pula. segala kebaikan yang ada di muka bumi ini akan selalu di musuhi oleh kebathilan, ane berharap para kader kammi akan semakin menguatkan diri untuk menghadapi segala kebathilan yang ada

    tidak ada gunanya kammi memilki sistem pengkaderan yang rapi dan terarah jika kadernya tidak bisa mengaplikasikannya dalam keseharian.

    buat seluruh ikhwatifillah, mari tanamkan dihati kita untuk meluruskan niat kita agar tidak ada lagi kebathilan dimuka bumi ini, mari kuatkan langkah berjuang dibawah wadah kammi

    Allahu Akbar……3x!!!

  15. SALMAN 17/03/2009 at 8:58 am #

    jagalah KAMMI….
    jangan kau kotori..
    jagalah KAMMI..
    jika tak ingin KAMI keluar dari KAMMI

    tolak segala bentuk pragmatisme politik..!!
    jangan membebek parpol yang sudah kelihatan tersesat!!

  16. SALMAN 17/03/2009 at 8:59 am #

    Undangan :

    bagi teman-teman yang pengen diskusi masalah keummatan, HTI NTB mengundang pada ahad pekan ke 4 tiap bulan di masjid dinas kimpraswil mataram jalan majapahit (barat taman budaya), pukul 9 pagi. kami tunggu partisipasi anda semua!!!

    buktikan kalo anda punya gigi!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: