Archive | September, 2006

Serba Salah

28 Sep

Diriku benci dan tak pernah rela membiarkan kau berbagi cinta bersama yang lain Haruskah aku melepaskanmu dan mencari wanita penggantimu ?

Diriku muak dan tak mungkin tahan melihat kau bercumbu dengannya di depan mataku Walaupun aku pacar gelapmu tapi tolong jaga perasaanku

Jadinya serba salah Jadinya serba kacau Jadinya aku bingung sendiri Aku tak tahu lagi Apa kumasih bisa menahan rasa yang kian merobek harga diri ?

Mungkin tak lama lagi aku meninggalkanmu Atau tak lama lagi kau yang mencampakkanmu

Diriku bosan terhadap janjimu Sampai kapan kuharus menunggu cinta sejatimu ? Ingin kubunuh pacar aslimu tapi takut polisi menangkapku

Jadinya serba salah Jadinya serba kacau Jadinya aku bingung sendiri Aku tak tahu lagi Apa kumasih bisa menahan rasa yang kian merobek harga diri ?

Mungkin tak lama lagi aku meninggalkanmu Atau tak lama lagi kau yang mencampakkanmu

Advertisements

Ujian Illahi

28 Sep

Bila penguasa hidup bersahaja Tentunya rakyat sejahtera Bila keadilan sudah ditegakkan Tak mungkin timbul kerusuhan Sayangnya mereka tak pernah peduli

Meski kita bukanlah bangsa terhebat Berjuanglah untuk melesat Meski kita diterpa banyak masalah Jangan membuat jiwa resah Semua hanyalah ujian Illahi

Tak usah banyak bicara lebih baik berkarya Tunjukkan bahwa kita juga bisa merubah segala khayalan hampa menjadi nyata

Meski kita bukanlah bangsa terhebat Berjuanglah untuk melesat Meski kita diterpa banyak masalah Jangan membuat jiwa resah Semoga kasih-Nya tercinta kembali

Tak usah banyak bicara lebih baik berkarya Tunjukkan bahwa kita juga bisa merubah segala khayalan hampa menjadi nyata

Wanagama

28 Sep

Kamis pagi aku jumpa denganmu di sekitar gugus wanagama Sekilas dirimu tersenyum padaku Sungguh kau sangat menggoda

Tetapi diriku terdiam saja walau senyummu seolah merayuku Mungkin kusadar aku masih miliknya Biarkanlah cintamu tersimpan di jiwaku

Haruskah kurasakan kelembutan cintamu yang jarang kutemukan ? Padahal belum tentu dia mengijinkanku untuk menghadirkanmu

Tak disangka kita bertemu lagi saat berada di masjid kampus Terlihat dirimu semakin menggoda Hingga aku tak berdaya

Tetapi diriku terdiam saja walau senyummu seolah merayuku Mungkin kusadar aku masih miliknya Biarkanlah cintamu tersimpan di jiwaku

Haruskah kurasakan kelembutan cintamu yang jarang kutemukan ? Padahal belum tentu dia mengijinkanku untuk menghadirkanmu

Akhirnya kuputuskan untuk melupakanmu dan tetap bersamanya Walau ternyata aku kadang mendambakanmu datang menemaniku

Racun Cinta

28 Sep

Kau tuangkan padaku racun cinta yang hampir membunuhku Kau ingkari janjimu seraya membuang tonggak cintaku tanpa alasan yang tentu Sungguh keterlaluan !

Sudah berulang kali kau mencoba menghancurkan mimpiku Mungkin terlalu besar hasratmu untuk berpaling dariku dan melupakan cintaku Tak sadarkah bila aku tetap memilih dirimu ?

Sehebat apapun bencimu kepadaku tak membuat diriku lelah mengejarmu Jangan pernah berharap diriku akan pergi meninggalkanmu Meski kau selalu melukai perasaanku

Pernah aku merasa bahwa cinta tak bisa dipaksakan Tapi entah mengapa diriku terlalu sayang padamu dan ingin memilikimu ? Maafkanlah bila aku masih bersama dirimu

Sehebat apapun bencimu kepadaku tak membuat diriku lelah mengejarmu Jangan pernah berharap diriku akan pergi meninggalkanmu Meski kau selalu melukai perasaanku

Jangan salahkan cinta Biarkan tak berdusta Sudah terima saja aku jadi kekasihmu

Kamis, 28 September 2006

28 Sep

 

Barang siapa memberikan ifthor kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala senilai orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala puasa orang tersebut. (HR Turmudzi dan An-Nasa’i)

SMS

21 Sep

Tiga huruf di atas adalah kependekan dari Short Message System, sebuah teknologi baru yang ditawarkan oleh provider telepon selular bagi pelanggannya untuk mengirimkan pesan kepada sesama pengguna telepon selular. SMS memang memberikan beberapa kemudahan dan keuntungan. Misalnya, kita hanya membayar sekitar Rp 300,- sampai Rp 350,- saja. Selain keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan, ternyata ada beberapa hal yang patut dicermati dan harus diantisipasi dari teknologi bernama SMS ini karena SMS adalah bentuk komunikasi tidak langsung, maka orang tidak dapat memastikan apakah pesan yang dikirim dapat dipahami dengan baik oleh si penerima pesan.

Dalam berkomunikasi ada istilah non verbal language seperti bahasa tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, dan intonasi suara yang memperjelas komunikasi yang sedang kita lakukan. Empat hal yang disebut belakangan memang tidak dapat ditampilkan jika kita berkomunikasi via SMS. Seringkali kita tidak dapat memastikan intonasi suara macam apa dengan kalimat yang muncul di layar telepon selular kita, apakah tinggi, rendah, atau datar. Kita tidak dapat menebak seperti apa raut wajah si pengirim SMS ketika memijit-mijit tombol di telepon selularnya, apakah sedang senyum, marah, keheranan, atau tanpa ekspresi. Selanjutnya, kita juga tidak tahu apakah kalimat tanya dalam SMS adalah ungkapan ‘tidak tahu’ atau ‘memojokkan’. Kita tidak dapat menyimpulkan apakah pernyataan dalam SMS adalah sebuah pujian tulus, sindiran, atau ungkapan kekecewaan. Sebagai contoh, suatu ketika teman saya menerima SMS dari nomor yang dia kenal yang berbunyi : “Anggota DPR RI dapat tunjangan 10 juta. Bagaimana tuh ?” jelas Netty Prasetiyani selaku anggota Bidang Kewanitaan DPP PK Sejahtera. Langsung temannya menghubungi nomor tersebut dengan maksud akan menjelaskan hal tersebut. Sayang sekali meski nadanya tersambung yang punya nomor tersebut tidak mengangkatnya. Mungkin dia sedang sibuk (kita harus berhusnuzhon he… he…). Contoh lain adalah teman saya yang aleg dapat SMS dari nomor yang belum dikenal yang berbunyi : “PKS ternyata nafsu kekuasaannya masih tinggi. Sama dengan partai lain.” jelas Netty lagi. Ketika nomor itu dihubungi, orang tersebut tidak mengangkat teleponnya. Kalau 2 contoh di atas lebih politis, maka contoh berikut nuansanya lebih ekonomis. Kadang kita mendapat pesan SMS yang berbunyi : “Dalam rangka Ultah PT Indofood, kirimkan pesan ini kepada 10 orang yang lain maka secara otomatis pulsa anda akan bertambah 100 ribu.”

Berdasarkan contoh di atas, ada beberapa hal yang menarik untuk kita cermati. Pertama, SMS kadang membuat orang tidak gentle dan bertanggung jawab atas berita yang dikirimnya. Siapapun dapat mengirim SMS tanpa harus diketahui identitasnya karena untuk membeli voucher perdana harganya relatif murah. Boleh dibilang cara orang mengirim SMS tanpa identitas dan kemudian tidak bisa dihubungi adalah mirip dengan surat kaleng. Kedua, SMS seperti contoh-contoh di atas cenderung provokatif dan tidak mendidik orang untuk berpikir rasional. Beruntung jika yang dikirimi SMS adalah orang yang memahami masalah dan mempunyai jawaban, maka dia tidak perlu bingung. Namun, jika yang dikirimi SMS adalah orang yang tidak mengerti masalah, maka pengirim SMS tersebut sejatinya sedang menebar teror kebingungan dan benih keraguan. Ketiga, boleh jadi pengirim SMS adalah pihak yang ingin mengeruk keuntungan secara ekonomis. Contoh yang jelas adalah SMS Indofood. Penerima yang tergiur dengan iming-iming pulsa gratis akan langsung mem-forward isi pesan tersebut pada teman-temannya tanpa berusaha konfirmasi dulu ke PT Indofood.

Sebagai muslim dan aktivis dakwah, sudah seharusnya kita berhati-hati dengan teknologi SMS baik ketika mengirim maupun menerima pesan. Hendaknya pesan yang dikirim via SMS adalah pesan-pesan yang jelas, tidak menyisakan pertanyaan, tidak menimbulkan keraguan, dan tidak menyebabkan prasangka buruk. Buatlah SMS hanya untuk hal-hal yang pasti seperti : “Hari ini kita rapat di rumah mas Ryan pukul 8 pagi.” atau “Afwan, saya baru bisa ke rumah antum jam 4 sore.” Bagi penerima SMS, sebaiknya memeriksa pesan dengan teliti. Jika kita mengenal pengirimnya, maka sebaiknya kita bertanya apabila ada sesuatu yang kurang jelas. Jika pengirim pesan tidak kita kenal dan pesannya membuat kita ragu, maka sebaiknya kita bertanya kepada seseorang atau lembaga yang dapat memberi penjelasan tentang isi SMS dan jangan lantas terprovokasi. Satu hal yang dikhawatirkan jika kita mudah terhasut oleh SMS kaleng (meminjam istilah surat kaleng), kita akan terjerumus pada jurang perpecahan dan retaknya ukhuwah. Oleh karena itu, mari kita hidupkan budaya husnuzhon (baik sangka) dan tabayyun (konfirmasi) sebelum percaya pada SMS. (www.majalahsaksi.com)

Tiga Kata

21 Sep

 

Waktunya kuungkapkan tiga kata untukmu Sejujurnya sekarang aku cinta kamu

Saatnya kuhempaskan gejolak di dadaku sebab selalu saja aku cinta kamu

Percayalah aku akan setia padamu Aku ingin kisah kita abadi selamanya

Tahukah kekasihku yang terjadi padaku Hampir setiap hari aku cinta kamu

Percayalah aku akan setia padamu Aku ingin kisah kita abadi selamanya

Tetaplah bersamaku sampai akhir hayatmu sebab akan selalu aku cinta kamu

Percayalah aku akan setia padamu Aku ingin kisah kita abadi selamanya