Kalo udah nongkrong di depan TV internet jangan cuma chatting doank atw buka2 e-mail, coba deh perbanyak mengunjungi situs2 yg belon elo singgahi. Btw ada 10 situs musik yg paling sering gue kunjungi, yaitu antara lain :
Elo udah mampir jg ke sana ? Bagusan yg mana ?
(Tunggu kisah selengkapnya…)
Gue kalo lihat cewek yang pake jilbab
rasanya adem banget mata qolbu ini, tapi kadang kalo lihat cewek modis yang tampang or body-nye kayak AUDY
or TASYA
or GITA GUTAWA
rasanya gue jadi seperti anak ABG lagi ha… ha…
(Tunggu cerita selengkapnya…)
Hari ini gw tambah nomor lagi, yaitu 085.878.977.525
Tapi gile… baru gw pake call sebentar, pulsanya langsung habis. Galuh… sorry yeh tadi obrolan kita terputus. Ada yang jail seh haha… Sukses buat P4T BEM KM UGM !!!
Selanjutnya, berhubung HP gw yang cuman satu-satunya (itu pun dibeliin orang
), maka penggunaan kartu pun bergantian, yaitu MENTARI (Senin – Selasa), JEMPOL (Rabu), dan AS (Kamis – Ahad). TengQyu…
Sesuai permintaan pemirsa hehe… mulai hari ini nomor baru gue (081904086390) sudah digunakan. Semoga bermanfaat ! Awalnya gue malez juga sih tambah nomor sebab harus buka-pasang kartu. HP gue khan cuma satu,,, tapi kagak ape2 deh biar gue juga bisa merasakan layanannye XL
Berikut ini adalah 10 lagu paling TOP di Shakuntala Radio
Bertahan – FIVE MINUTES
Menghapus Jejakmu – PETERPAN
Tercipta Untukku – UNGU
Pacarku – SHADEN
Dengar Suaraku – GITA GUTAWA
Kesepian – DYGTA
Gantung – MELLY GOESLAW
Bintang – ANIMA
Cinta Pertama – BUNGA CITRA LESTARI
Rasa Ini – THE TITANS
Saat ini mungkin saja karir gue di dunia pendidikan lagi “ambruk”. Sejak memasuki lingkungan SMA, prestasi akademik gue kagak memperlihatkan hasil yang maksimal. Padahal sebelumnya prestasi akademik gue sangat cemerlang. Gue pernah berpikir bahwa Tuhan sudah kagak “sayang” lagi sama gue, but setelah gue renungkan dalam-dalam ternyata tuduhan gue tersebut salah besar. Sekarang gue sadar bahwa Tuhan sayang banget sama gue. Banyak hal yang seharusnya menjadikan gue senantiasa bersyukur pada-Nya, antara lain :
Gue selalu tersesat dalam “rimba” kebaikan.
Tumpulnya sebuah potensi dalam diri gue merupakan awal dari munculnya potensi baru yang mungkin lebih membantu gue dalam menggapai masa depan yang lebih baik.
Gue sering terhindar dari penderitaan fisik.
Kekecewaan yang gue dapatkan hari ini sering membuahkan kebahagiaan pada esok hari.
Gue sering memiliki kemampuan menghafal tulisan yang luar biasa.
Selanjutnya, simaklah kisah perjalanan hidup gue. Moga saja cerita ini akan menjadi sebuah inspirasi bagi kalian untuk senantiasa dekat pada-Nya.
Pada 1991 gue langsung masuk SD sebab kala itu di kampung gue belum ada TK. Selama di bangku SD, prestasi akademik gue sungguh luar biasa. Gue selalu menjadi juara kelas. Bahkan kagak jarang gue mendapatkan nilai 10 untuk mata pelajaran tertentu. Hal tersebut pula yang menyebabkan gue sering dipercaya oleh guru-guru gue untuk mengikuti berbagai perlombaan antar sekolah. Gue juga sering mencuri job yang seharusnya dipegang oleh kakak kelas gue. Pokoknya pada saat itu gue dan beberapa kakak kelas gue seolah menjadi tumpuan bagi kejayaan sekolah. Alhamdulillah pada saat gue menginjak kelas 4 di kampung gue berdiri sebuah pesantren bernama Hikmatul Huda. Gue dan teman-teman berbondong-bondong mendaftarkan diri sebagai santri TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Gue senang banget bisa masuk sana sebab di pesantren gue bisa memperbaiki cara ibadah, bacaan Al-Qur’an, akhlak, dan menambah pengetahuan tentang Islam. Kegiatan belajar di pesantren dilaksanakan setelah jam pulang sekolah, kecuali tingkat TKA (Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an) yang dilaksanakan pagi hari. Keberadaan pesantren juga menjadikan liburan sekolah gue tambah bermakna sebab pesantren Hikmatul Huda selalu mengadakan “pesantren kilat”. Kegiatan tersebut sangat menyenangkan sebab selain gue bisa semakin memperdalam ilmu agama, gue juga bisa bertemu dengan anak-anak dari SD lain. Prestasi gue di pesantren juga lumayan bagus. Gue pernah menjadi pemenang lomba “kaligrafi”, but saat pengumumam dan pembagian hadiah gue kagak datang. Akhirnya mahkota juara dan hadiah diberikan kepada pemenang ke-2 sebab gue bolos tanpa ijin
Setelah menempuh pendidikan di pesantren Hikmatul Huda selama 2 tahun, gue dan teman-teman melaksanakan wisuda sebagai tanda kelulusan bagi santri-santri TPA. Alhamdulillah pada saat itu gue terpilih sebagai Santri Terbaik tingkat TPA. Anugerah-Nya ternyata masih terus mengalir terhadap gue. Pada saat kenaikan kelas 6, sekolah gue dipercaya pihak kabupaten agar mengirimkan gue sebagai wakil Brebes untuk mengikuti GELANTARA 1996 di Jakarta. Mungkin itulah “puncak” prestasi sekolah gue sebab sampai kini sekolah gue belum bisa mengulang pengalaman tersebut. Sungguh terpilihnya gue sebagai Anak Nusantara adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan pada gue sebab saat itu gue hanya masuk 10 besar dalam pemilihan Siswa Teladan tingkat kabupaten. GELANTARA (Gelar Anak Nusantara) merupakan kegiatan yang dihadiri oleh seluruh anak Indonesia dari berbagai kabupaten/kotamadya dan anak-anak dari seluruh negara anggota ASEAN dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli. Setiap kabupaten/kotamadya hanya mengirimkan 1 orang. Sebelum gue menuju Jakarta, gue transit dulu di semarang selama 3 hari dan di Yogyakarta selama 5 hari. Saat di Semarang gue kumpul bareng anak-anak se-JAWA TENGAH. Kami di sana kagak melakukan kegiatan di luar asrama sebab memang belum ada pembagian kelompok. Kami hanya dibekali “wejangan” oleh kakak-kakak pembimbing buat persiapan menuju Yogyakarta. Selanjutnya, saat di Yogyakarta kami bergabung dengan anak-anak dari NTT, NTB, Kalimantan Selatan, Bali, dan Yogyakarta. Setelah pembagian kelompok akhirnya gue menempati KK 106 RW 01 yang diasuh oleh mas Yudha Anan Cahya. Sementara itu, ketua RW dipegang oleh mbak Kusmiyati yang merupakan mahasiswi Akuntansi STIE Widya Wiwaha angkatan 1995/1996. Objek wisata yang kami kunjungi di Yogyakarta, antara lain Candi Borobudur, Balai Yasa, Museum Dirgantara, Kraton Yogyakarta, dll. Selanjutnya, kami berangkat menuju Jakarta menggunakan kereta api. Selama di Jakarta kami tinggal di Asrama Haji. Gue menempati KK 17 RT 05 RW 03 yang dikawal oleh mas Ahmad Asyhari. Teman-teman sekamar gue, yaitu Sukri Mauda (Sulut), Zahid Hussein Assidiq (Maluku), Giman (Jatim), Gunawan (Jabar), Indra Saputra (Sumbar), Rio Andrian (Sumut), Muhammad Basir (NTB), I Putu Juli (Bali), Jerryl (Filipina), dan 3 anak asal Brunei Darussalam.
(Tunggu cerita selengkapnya…)
Waktu kecil gue punya teman bernama IDING EKO SUNTORO. Kami sering dolan bareng, maklum rumah gue berada di belakang rumahnya. Hubungan keluarga kami juga sangat baik. Pokoknya kami seperti satu keluarga yang selalu saling membantu dalam berbagai hal. Rupanya orang tua kami menginginkan agar gue dan Iding senantiasa bersama. Hasrat tersebut diwujudkan dengan jalan gue dan Iding masuk SD secara bersamaan padahal usia kami berselisih 2 tahun. Saat itu usia gue adalah 7 tahun sedangkan Iding baru berusia 5 tahun. Persahabatan kami terus berlanjut hingga bangku SMP. Alhamdulillah gue dan Iding berhasil memasuki SMP ter-“favorit” di kota gue. Sayangnye ketika SMA ternyata kami harus memasuki sekolah yang berbeda, but gue dan Iding masih bisa dolan bareng sebab kami tinggal dalam satu rumah (baca : kost). Saat ini Iding baru saja lulus dari Akademi Keperawatan UMP dan siap “terbang” buat nyari kerjaan. Iding, success for you !
Selain Iding, di SMP gue juga punya teman yang berasal dari kampung lain. Namanya SUHRO. Sejak pertama masuk hingga lulus, gue satu kelas dengannya. Suhro tergolong anak yang kocak, periang, pintar, radha jail, dan pokoknye tingkah lakunya di kelas klop banget sama gue. Suhro paling doyan ngerumpi-in cewek-cewek, kayak Ina Sulastri, tante Ani Indriati, Dyah Zaitun, Marwati, Mona Ratuliu, dll. Gue dan Suhro juga suka banget nonton “Lupus Milenia” sehingga setiap Jum’at pagi kami pasti membahasnya. Oh… Poppy
Selanjutnya, permainan yang sering kami mainkan adalah “tebak 4 angka”. Permainan tersebut gue dapatkan dari kakak gue yang waktu itu masih nongkrong di SMA 2 Purwokerto. Permainan “tebak 4 angka” lumayan digemari teman-teman gue, terutama anak cowok. Bahkan saat permainan tersebut gue bawa ke lingkungan SMA, ternyata penggemarnya lebih banyak. Hampir semua anak di kelas gue memainkannya yang kadang tanpa mengenal “sikon”. Akibatnya pernah suatu ketika 2 orang anak hampir dikeluarkan dari kelas gue gara-gara ribut membicarakan angka-angka tersebut padahal sang guru lagi serius menerangkan pelajaran. Gilee…
Ciri khas Suhro yang paling berkesan buat gue adalah penampilannya yang selalu “rapi”.
Saat berpindah ke bangku SMA, gue punya teman asal Wangon. Namanya MAHMUD RIF***. Sesuai permintaannya, maka gue sering memanggilnya “Fangi”. Gue pernah 2 kali satu kelas dengannya, yaitu kelas 1 dan 3. Kami sangat akrab dan saling terbuka. Suhro memang teman terbaik gue, but hubungan persahabatan gue dengan Fangi terasa lebih “fun”. Selanjutnya, Fangi ternyata punya corak tulisan yang lumayan bagus sehingga gue sering menunjuknya sebagai sekretaris bila ada tugas kelompok. Fangi termasuk aktivis dakwah di sekolah. Saat kelas 3, Fangi juga menjadi takmir mushola sekolah bareng Syamsul Arifin. Selain itu, Fangi jago banget maen sepak bola. Bersama Purwanto dan Dhian Pratomo, Fangi berhasil mengantarkan III IPA 3 menjadi runner-up Liga SMOELA 2002/2003 padahal sebelumnya kejuaraan tersebut selalu didominasi anak-anak IPS. Liga SMOELA adalah kompetisi sepak bola yang diikuti oleh seluruh kelas di SMA 5 Purwokerto dengan menggunakan sistem “gugur”. Pada babak final kelas gue dikalahkan III IPS 4 yang di-“motori” oleh Barkah Bangkit Prastomo yang merupakan teman sekelas gue di kelas 2. Bangkit pula yang dulu berhasil membawa kelas 2.2 menuju babak semifinal Liga SMOELA 2001/2002 setelah akhirnya ditumbangkan oleh III IPS 2. Selanjutnya, Dhian Pratomo juga dinobatkan sebagai Top Skorer Liga SMOELA 2002/2003 dengan mengemas 5 gol. Bravo III IPA 3 ! Gue lumayan senang sebab dalam kejuaraan tersebut gue sering bermain di lini depan mendampingi Fangi meski posisi gue harus bergantian dengan Dhian. Sementara itu, Purwanto alias Ipung dipercaya sebagai jenderal lapangan tengah sekaligus kapten tim. Waktu gue menghuni kelas 1.4, gue dan teman-teman sekelas bikin tim sepak bola yang berjuluk PREDATOR FC. Kami sering bertanding dengan anak-anak SMA lain dan alhamdulillah kemenangan sering kami bawa pulang. Manajer tim dipegang oleh pak Yanu Arianto yang juga merupakan guru Fisika gue. Kejayaan tim kami bukan tanpa alasan sebab ternyata PREDATOR FC memiliki kiper tangguh, Alberdi Dwi Laksono dan bomber lincah, Fangi. Pada tahun ke-2 kelahirannya, kekuatan PREDATOR FC semakin solid dengan masuknya Barkah Bangkit Prastomo yang menempati posisi “gelandang serang”. Gaya permainannya mengingatkan gue pada sosok Francesco Totti dan Manuel Rui Costa. Saat itu PREDATOR FC baru memiliki 2 jenis kaos tim. Fangi paling doyan ngoleksi kaset RAIHAN, but Fangi juga pernah suka banget sama OST Cowok Komersil, yaitu Rahasia Hati yang merupakan lagu karya ELEMENT. Fangi sering memamerkan lagu tersebut di depan gue dengan suaranya yang radha fals
dan kadang dinyanyikan juga bareng gue. Bila kelas lagi nyantai, gue dan Fangi sering ngerumpi-in Mamluatul Hikmah Nur Fitri alias Lulu yang juga pernah aktif di ROHIS. Lulu adalah cewek asal Tegal yang kini terdampar di Kimia UNY. Saat ini Fangi masih tercatat sebagai mahasiswa Teknologi Hasil Ternak UNIBRAW angkatan 2004. Fangi + Yeni, tambah kompak yeh !
Selanjutnya, di SMA gue juga punya teman cewek bernama UMMI MAISAROH. Gue dan Fangi sering memanggilnya “Masmey” sebab Ummi Maisaroh kadang terlihat tomboy
Gue baru kenal Masmey di kelas 3, but ternyata Masmey sudah kenal gue sejak kelas 2. Masmey juga punya teman sebangku. Namanya Nurlaela Yulistiani alias Inung. Keakraban mereka persis kayak gue dan Fangi. Sejak saat itu, gue sering berbagi cerita dan c*nd* dengan Masmey walau kagak secara terbuka sebab gue masih takut dibilang “pacar”-an. Jaim, bo ! Bersama Lulu dan Ipung, Masmey termasuk dalam jajaran murid cerdas di kelas gue. Kala itu, Masmey menjabat sebagai ketua Majalah Dinding (baca : MADING) yang sebelumnya dipegang oleh idola gue, mas Kismantoro. Gue senang banget Masmey bisa berkecimpung dalam dunia jurnalistik. Kismantoro adalah kakak kelas gue di SMP 1 Salem yang pernah menjabat sebagai ketua OSIS dan akhirnya gue juga bisa merasakan “kursi”-nya tersebut. Kismantoro pula yang menyebabkan gue harus memilih SMOELA sebagai tempat gue menghempaskan gejolak masa remaja. Kini Masmey sudah pergi jauh. Gue kagak tahu keberadaannya sekarang. Terakhir kali Masmey mengirimkan ucapan Selamat Hari Lahir ke gue pada 16 Maret 2004 dan setelah itu komunikasi kami terputus. Masmey, I miss you !
Waktu SMA ternyata gue punya teman “jarak jauh”. Namanya PURNAMAWATI alias Ipunk. Sampai sekarang gue belum sempat berkunjung ke rumahnya. Ipunk adalah siswi SMK Wijaya Kusuma Jatilawang. Gue kenal Ipunk saat gue kelas 3 dan kala itu Ipunk masih kelas 1. Wajahnya yang “manis” bak bulan purnama mengingatkan gue pada Purwanto, but ternyata Ipunk bukan adiknya. Gue ter-“goda” sama Ipunk setelah melihatnya dalam Album Kenangan SMP milik Budi Hartono yang saat itu nge-kost bareng gue. Budi juga ternyata “saudara” dekat Ipunk sehingga gue bisa lebih faham tentang Ipunk. Setelah 2 kali berkomunikasi dengannya, gue iseng “tembak” Ipunk dan ternyata Ipunk langsung menerima cinta gue walau dengan berbagai persyaratan. Gue senang banget meski lumayan bingung juga dengan “posisi” gue sekarang. Akhirnya gara-gara hal tersebut terciptalah lagu sendu karya gue yang ber-“title” BERAKHIR DENGAN INDAH. Ipunk, I still love you !
Beranjak bangku kuliah, gue dipertemukan Tuhan dengan DIKAN FADHLI NUGRAHA, cowok asal Balik Papan yang lumayan “borju”. Fadhli sangat baik hati, kagak sombong, dan suka menabung
Gara-gara Fadhli pula gue sering nyobain tempat dan makanan yang seharusnye sulit gue rasakan. Fadhli tinggal bersama ayahnya di salah satu rumah dinas Kejaksaan Negeri Yogyakarta sedangkan ibu dan saudaranya masih tinggal di Balik Papan. Ternyata Fadhli juga sangat terbuka terhadap gue. Fadhli suka bercerita tentang perjalanan dan permasalahan keluarganya, kisah masa kecilnya, kisah seputar cintanya, dll. Bahkan hal-hal yang lumayan rahasia tentang diri dan keluarganya sering Fadhli ungkapkan pada gue. Mungkin Fadhli sudah sangat percaya pada gue sehingga kagak jarang Fadhli minta pendapat gue atas problem yang dialaminya. Gue sering numpang tidur di rumahnya sehingga gue kadang bertemu dengan anggota keluarga Fadhli yang lain saat mereka liburan ke Yogyakarta. Ibunya ternyata seorang yang cukup tegas dan suka bekerja keras. Selanjutnya, ibunya kini masih bekerja pada salah satu perusahaan asing di kotanya. Sekarang Fadhli cuti kuliah dari Komputer dan Sistem Informasi UGM lantaran baru saja diterima sebagai PNS Kejaksaan Negeri Yogyakarta. Fadhli, congratulate for you !
Sebenarnye di UGM gue hampir mendapatkan teman cewek bernama ASTUTI MAESAROH, but akhirnya gue melepaskannya lantaran ternyata “status” kami lumayan jauh berbeda. Astuti adalah seorang aktivis kampus yang sudah malang-melintang di berbagai organisasi mahasiswa dan politik, kayak SEMA, BEM, HIMAKOM, FORMALIKOM, KAMMI, PKS, dll. sedangkan gue hanya seorang mahasiswa “biasa” yang sering melayang kagak karuan lantaran terbawa oleh angin Westlife. Mungkin hal tersebut yang bikin gue minder buat meneruskan persahabatan gue dengannya. Padahal gue masih kangen banget sama “k****a* **ta”-nya
Memang sepantasnya Astuti mendapatkan ikhwan tangguh, kayak mas Romi Ardiansyah, mas Heru Bayu Aji Sanggoro, dhe Anton Kurniawan, dll. Astuti juga merupakan salah satu pendiri FORMALIKOM yang dideklarasikan pada 8 Agustus 2005 di mushola MIPA utara. FORMALIKOM adalah sebuah tempat ngobrol santai (baca : diskusi) bagi anak-anak komputer guna membahas berbagai permasalahan di kampus, terutama menyangkut pergerakan dakwah Islam. Sebentar lagi Astuti bakal tercatat sebagai alumni Komputer dan Sistem Informasi UGM angkatan 20**. Astuti, berikan gue senyuman !
Selanjutnya, berikut ini daftar 10 cewek yang pernah bikin gue jatuh cinta, antara lain Nani Rukmini (SD), Rini Nuryani (SD), Desi Munawaroh (SMP), Dyah Zaitun (SMP), Ummi Maisaroh (SMA), Purnamawati (SMA), Desi Pramulasih (SMA), Muzakiyah Tri Agustina (SMA), Astuti Maesaroh (PT), dan Dwiny Meidelfi (PT).
Salam ukhuwah
Kagak terasa coy bentar lagi kita harus ninggalin KOMSI tercinta. Banyak hal kita rasakan di sini. Suka dan duka pun kagak luput mewarnai hari-hari kita (kita ? gue kalee
). Satu hal yang menurut gue paling berkesan adalah munculnya “ukhuwah” sehingga yang tadinya gue kagak “dong” gaya bicara orang Solo, mental orang Wonosobo, tradisi orang Klaten, dsb. sekarang gue lumayan “faham”. Gue bahagia + sekaligus sedih harus ninggalin KOMSI. Why ? Gue ngerasa bahagia lantaran makin cepat gue lulus, maka makin cepat pula gue nyenengin bokap + nyokap gue (istilah kerennye “birul walidain”). Sementara itu, gue sedih juga lantaran harus segera ninggalin “rutinitas” yang pasti hanya terjadi sekali dalam hidup gue. Bukankah kebanyakan orang, termasuk gue menyakini bahwa hari ini kagak bakalan sama dengan hari kemarin or hari esok ? Artinya pengalaman manis + pahit yang gue rasakan saat ini sangat berbeda dengan kisah “jadul” gue dan kagak mungkin terulang di kehidupan gue yang akan datang.
Oleh sebab itu, sebelum gue benar2 pergi or jarang ngelihat “kehebohan” kalian, so ijinkan gue buat menyampaikan pujian, permintaan maaf, kritik, saran, sarapan eh… harapan, dll. pada kalian. NEVER ENDING KOMSI 2004 !!
2005 Girl : 4 kali gue nge-“lihat” kamu. Ternyata pada pertemuan yang ke-5 kamu udah pake “jilbab”. Alhamdulillah !
Ana : Koq sekarang dirimu jarang “nongkrong” di Pogung Lor ? Emang… (kagak jadi gue terusin deh takut dirimu tersinggung
)
Akbar : Kapan naik “gunung” lagi, Bar ? Ngomong2 gunung mana tuh yang menurut elo paling “menantang” ? Gue pernah 3 kali seh diajak “gituan”, but gue sering ngerasa “ngeri” ! Sosok elo yang “rendah hati” pasti bikin Tuhan “sayang” ama elo.
Antin : Mau kemana nih kamu setelah lulus KOMSI ? Jangan pernah lupakan gue (gue ? kita kalee
). Percayalah gue kagak se-“buruk” yang kamu bayangkan.
Anton : Sosokmu yang “dinamis” bikin gue makin “betah” di KOMSI. Oya jangan pernah samakan gue di dunia “maya” dengan di dunia “nyata”. Btw kapan nih ngajak gue “dolan” ke t4-mu ?
tante (Astuti) : MENATAP ELO HANYALAH SEBUAH KEINGINAN YANG AKAN MELEMAHKAN JIWA GUE TAPI SAAT GUE WUJUDKAN KEINGINAN TERSEBUT TERNYATA ELO SALAH “5” YANG TERINDAH
Burhan + Narah : Moga aja persahabatan kalian bisa “langgeng” nyampe hari tua. Punya rencana “bisnis” bareng ?
Citra + Mutiara : KEBAHAGIAAN SEJATI KAGAK BAKAL KALIAN RAIH SEMUDAH KALIAN MEMESAN ES “JERUK”
Chandra : Wew… kelihatannya elo nge-fans berat ama Ronaldo. Sampe2 elo bawa2 di FS bahkan di ruang praktikum. Bagus deh ! Ronaldo emang “keren” abis. Selain punya tendangan + umpan “yahut” ala Beckham, dia juga pinter mencetak gol. But ngomong2 elo masih mau dibilang “tomboy” ? Oya kemaren gue sempat ngebuka “blog”-mu. Asyik juga cerita elo, but gue baru baca topik “Chelsea” dan “Welcome My Brother”. Kapan2 kalo gue masih “bernyawa”, gue lahap deh semua cerita elo ! Boleh donk gue minta koleksi gambar Ronaldo yang kata elo super “sexy” ?
Danan : Koq jarang ber-“suara” lagi di forum KOMSI ? Lagi mikirin “utang” or TA ?
Deny : Bravo GIGIKITA ! Sekali GIGI dua-tiga “pulau” eh… tetep GIGI ![]()
Dikan : Gimana tuh rasanye udah kerja ? Pastinye berbeda donk ama saat elo masih kuliah. Pinter2 bagi waktu aje ya
Dyas : Koq potong rambut seh ? ![]()
Edi eh… Adi : Ternyata mas Adi “hijrah” ke Pogung Lor. Gimana rasanye ? Pastinye “nyenengin” jiwa donk ! Pogung Lor gitchu loh
Esti : “Hari gini ngomongin Photoshop !” Itu adalah kata2 yang pernah elo ucapkan saat kita lagi praktikum Multimedia. Gue sering ketawa setiap ingat kejadian tersebut. Lucu, narsis, fly, dll. Btw ternyata The GIMP kagak se-“asyik” yang gue bayangkan.
mas (Faruq + Fahmi) : Cayo… semangat ! Ngomong2 TA-nye udah nyampe bab “pinten” ?
Friend : Sebab elo sering bikin KOMSI “heboh”, so gue punya hadiah buat elo. Klik aja CINTAILAH INDONESIA
Honey eh… Hany : Gileee… ternyata gaya bicara elo suka bikin “gempar” suasana KOMSI. I like it !
Ismail : Tambah ganteng aja nih
Gimana betah kagak di “tempat” baru ? Thanks ya atas barang2-mu yang sering gue pinjem. Cayo… semangat + jangan “loyo” kalo lagi mengejar sesuatu. eNtar keburu “disamber” orang lagi.
Kukuh : HIDUP MENYEDIAKAN KAMU BANYAK PILIHAN YANG AKAN MENGHANTARKAN KAMU PADA KEBAHAGIAAN SEJATI OR SEMU
Lia : Tetep “mesra” ya ama om Paris
(om = “brother”)
Lugas + Paris : Kalian adalah pasangan yang paling “kompak” + punya gaya yang cukup “khas”. Sukses buat “obsesi” kalian !
Mima : Masih suka GIGI ? Gimana juga kabar Tegal sekarang ? Dulu gue pernah maen ke sana + nginep di rumah temen, but nyamuknye minta darah eh… “ampun” banyak sekali. Nyampe sekarang gue masih “trauma”.
Rista : Tetep “akur” ya ama tante Dyas
(tante = “sister”)
Ryan : Punya koleksi komik “baru” apaan ? Koq sekarang mas Ryan jarang pake kaos “bola” ? Oya apa bener seh kalo kita jarang mandi bakalan tambah “cerdas” ? Gue pernah nyoba, but malahan gue sering diledek ama ibu “kontrakan”
Sigit : Coba donk elo cukur rambut “mohak” ala Ariel. Gimana elo tambah PD sekarang ? Kalo belon, cayo… belajar lagi ama mas Biru.
almarhumah (Titis) : Gue kagak nyangka kamu bakalan terbang “jauh” secepat itu. Moga aje kamu mendapatkan “tempat” terindah-Nya. Cuma tulisan ini yang bisa gue persembahkan untukmu.
Tyas : Mungkin kita punya “persepsi” yang berbeda tentang kata “manja”. Maafkan gue kalo hal tersebut bikin elo “sakit hati”. Peace girl !
Umu + Sulvi : Gimana kabar MII + KMFM ? Moga aje bener bahwa nantinya FORMALIKOM bakalan jadi SKI-nye FATIMAH.
mbak (Wahyu + Ridlo) : Salut buat semangat kalian ! Moga aja setelah meninggalkan KOMSI, karier kalian makin “hebat”.
Winy : How are you doing today ? Gue seneng dipertemukan Tuhan denganmu di KOMSI. Salut juga buat “ketegaran”-mu. Sering2-lah ketawa, but jangan suka ketawa sendirian. Kalo mau ketawa ngajak2 gue donk !
Wisnu : Thanks banget sebab gara2 kamu gue jadi tetep “semangat” ngejalanin “rutinitas” gue selama di KOMSI. Maafkan gue kalo kamu ngerasa ter-“hina” selama gue jadi “pemuja rahasia”-mu. HIDUP TERLALU INDAH SAAT KAMU LEWATKAN TANPA MENGENAL GUE (Sheila On 7 banget
)
Yanto : Gue selalu menemukan “inspirasi” saat ngobrol ama elo sebab elo sering mengungkapkan hal2 yang di luar “jangkauan” gue.
*** (gue belon tahu nama elo) : Kirain elo anak baru or pindahan. Koq elo mirip ama ibu Aina seh ? Elo anaknye kalee
Bagi yang belum gue “absen” jangan ber-“dzon” buruk. Bukannye gue melupakan kalian, but mungkin kalian udah “saking” melekat di hati gue sampe2 gue kagak bisa mengungkapkannya lewat kata2
See you
:P