Shakuntala Online

Jatuh Cinta

Hallo, pujangga cintaku ?! Apa kabarmu di sana ? Nampaknya sudah tiba waktuku untuk mengungkapkan sebuah perasaan yang lama terpendam. Aku jatuh cinta padamu.

Impian hatiku untuk menyentuhmu tak mungkin bisa terwujud tanpa rengkuhan tanganmu. Sayang, sambutlah cintaku dengan segenap cintamu !

Maafkan bila ternyata pengakuanku ini sudah terlambat bagimu. Yakinlah bahwa akulah lelaki yang selalu mencintaimu.

Adakah kini ruang cintamu yang masih tersisa untukku, sayang ? Nafas cintamu bagaikan angin yang akan melambungkan seluruh asaku. Gelak tawamu bagaikan bunga yang akan menghiasi setiap karyaku. Entah kemana lagi harus aku tanamkan benih-benih cintaku bila bukan di taman cintamu. Lebih baik aku menunggumu daripada harus segera kehilanganmu.


Posted in Puisi

Selamat Jalan

Hari ini mungkin saat terakhir bagiku untuk memelas cinta darimu. Aku tak bisa membiarkan jiwaku terlalu lama dalam kehampaan hanya demi menunggu kepastianmu. Nafas cintaku mungkin tak seharum bunga, tidak pula seindah permata. Angin asmaraku mungkin tak selembut awan, tidak pula sehangat mentari.

Memang terlalu berat bagiku untuk melepaskan segala kenangan tentangmu. Aku sadari kaulah cinta pertamaku. Aku akui kaulah cinta terindahku. First and beautiful love for me is you. Kadang aku ingin terus memperjuangkan cintaku dan tetap berjalan mengiringi langkahmu. Apalagi telah kau nyatakan bahwa belum ada cinta yang sanggup menjeratmu. Namun akankah semua itu mampu membawa ragamu menuju taman cintaku ?

Akan aku rebahkan segala khayalku demi kebahagiaanmu. Kini kebahagiaanmu lebih berarti bagiku saat dirimu memilih cinta yang lain. Untuk terakhir kalinya aku ucapkan padamu, selamat jalan cintaku !


Posted in Puisi

Cinta Tak Harus Memiliki

Hinakah diriku bila terlalu mencintaimu ? Atau salahkah diriku bila berharap ingin memilikimu ? Nyatanya aku tak pernah bisa meninggalkanmu. Aku selalu saja haus akan air cintamu.

Alangkah teganya dirimu menghancurkan segala mimpiku. Katakan padaku, apakah yang harus aku lakukan supaya diriku sanggup meluluhkan hatimu ?! Ungkapkan padaku, apakah kekuranganku sehingga diriku tak mampu bersaing mendapatkanmu ?!

Sayang, maafkan khilafku ?! Aku tak bermaksud untuk menyalahkan segala keputusanmu. Yakinkan dirimu bahagia bersama pilihanmu. Aku percaya bahwa terkadang cinta tak harus memiliki. Namun biarkan diriku senantiasa mengukir namamu dalam setiap karyaku. Gemerlap auramu akan selalu menjadi warna inspirasiku.

Ketahuilah, sayang ?! Aku tak pernah membayangkan harus kehilangan ragamu. Mungkin semuanya akan aku akhiri sampai di sini. Untuk ketenanganmu, aku rela meninggalkan segala keindahanmu.


Posted in Puisi