Kalian nge-fans berat sama PETERPAN, UNGU, dan RAIHAN ? Gue punya beberapa lagu unggulan mereka, so silahkan kalian download di sini.
RAIHAN
Cristiano Ronaldo kembali membuktikan dirinya menjadi kandidat pemain terbaik Liga Premier musim ini. Gol yang dicetaknya secara luar biasa dari jarak setengah lapangan, 2 menit menjelang pertandingan usai membuktikan dirinya memiliki skill, keterampilan, dan kemampuan dalam menjebol gawang lawan. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan 2 – 1 bagi Manchester United di Craven Cottage, kandangnya Fulham. Gol yang sangat vital artinya dan boleh jadi menjadi penentu keberhasilan tim asuhan Sir Alex Ferguson di kompetisi Liga Premier musim ini.
Menjamu tim raksasa dan pimpinan sementara klasemen Liga Premier, Chris Coleman selaku manajer Fulham memutuskan untuk mengerubungi lapangan tengah dengan memainkan 5 pemain gelandang dengan formasi diamond dan hanya menyisakan satu penyerang, yaitu Brian McBride. Sementara itu, United tetap dalam formasi semula dan hanya bek kanan, Gary Neville yang diistirahatkan. Posisinya ditempati oleh Wes Brown.
Dari awal pertandingan tampak jelas para pemain MU cukup kelelahan seusai melakoni pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Lille pada Selasa malam. Alhasil, Michael Brown dkk. memegang kendali permainan. Dalam 10 menit pertama, lini pertahanan MU dipaksa bekerja keras menahan gempuran The Cottagers. Tak heran bila akhirnya pada menit ke-17 tuan rumah unggul terlebih dahulu lewat gol McBride. Gol tersebut tak lepas dari salah pengertian antara Nemanja Vidic dan Edwin van Der Sar. Faktor kelelahan nyaris membuat van Der Sar membuat kesalahan lagi semenit kemudian.
Ketertinggalan membuat para pemain United “naik darah”. Paul Scholes dkk. mulai meningkatkan tempo permainan. Ronaldo nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-24. Sayangnya, tendangan Ronaldo melenceng tipis di samping kanan gawang Fulham yang dikawal Jan Lastuvka. 5 menit kemudian, MU berhasil mencetak gol balasan lewat tendangan efek Ryan Giggs. Gol tersebut tercipta berkat akselerasi Wayne Rooney di sisi kanan pertahanan lawan. 10 menit kemudian, bek kiri Patrice Evra membuang peluang emas. Mendapat ruang tembak yang lega dan dalam keadaan tak terkawal, tendangan Evra jauh menyamping. Sampai istirahat tiba, skor 1 – 1.
Pada babak kedua, tuan rumah semakin galak. Dalam waktu kurang dari lima menit, Fulham mendapat dua peluang emas. Di menit ke-47, tendangan keras Simon Davies di kotak penalti masih bisa ditepis dengan gemilang oleh van Der Sar. Peluang meyakinkan didapat oleh Radzinski. Sundulannya yang memanfatkan umpan crossing Brown hanya membentur mistar gawang padahal van Der Sar sudah out of position. Di menit ke-63, Davies kembali mendapat peluang tetapi lagi-lagi van Der Sar mampu melakukan penyelamatan.
Menyadari kemandulan timnya, Ferguson memasukkan Louis Saha untuk mendampingi Rooney dan Henrik Larsson. Coleman membalasnya dengan memainkan Collins John, Clinton Dempsey, dan Heidar Helguson. Namun, MU tampak lebih dominan dengan perubahan formasi dimana Rooney bergerak di sayap kanan dan Ronaldo di sayap kiri. Meski demikian, hanya aksi Ronaldo yang mampu menyelamatkan muka MU. Secara objektif, kekalahan itu tak pantas untuk didapat pasukan Coleman. Terlepas dari hilangnya sejumlah peluang emas, secara keseluruhan Fulham mampu tampil dengan sangat disiplin dan penuh determinasi. Sayangnya, The Cottagers tak punya pemain sekelas Ronaldo. (www.liputanbola.com)
Liverpool mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang sendiri setelah dalam lanjutan Liga Premier di pekan ke-28 yang berlangsung di Anfield Stadium pada 24 Februari 2007 mampu menundukkan tamunya, Sheffield United dengan skor sangat telak 4 – 0 (2 – 0). Uniknya dari ke-4 gol tersebut, masing-masing 2 gol diciptakan dalam rentang waktu yang relatif pendek, yaitu berjarak kurang dari lima menit. Proses 2 gol pertama yang kesemuanya diborong striker veteran Robbie Fowler dari titik penalti di menit ke-20 dan menit ke-24 juga unik. Kedua gol tersebut terjadi karena kapten The Reds, Steven Gerrard dilanggar 2 kali di kotak 16 meter oleh defender The Blades, Rob Kozluk dan gelandang Nick Montgomery. 2 gol lainnya yang terjadi pada babak ke-2 masing-masing dihasilkan oleh palang pintu asal Finlandia, Sami Hyypia di menit ke-70 dan Gerrard di menit ke-73.
Pada pertandingan tersebut untuk kali pertama manajer Liverpool, Rafael Benitez memberikan kepercayaan kepada pemain barunya, yaitu Javier Mascherano untuk bermain selama 90 menit penuh. Secara umum, penampilan gelandang timnas Argentina itu pantas diberikan apresiasi dan mampu langsung “nyetel” dengan rekan lainnya di barisan tengah, yaitu Gerrard, Mark Gonzalez, dan Jermaine Pennant. (www.liputanbola.com)
Kalian punya sesuatu yang pengin diketahui orang banyak ? atau kalian pengin mempromosikan sebuah produk ? Halaman ini bisa digunakan untuk memajang iklan-iklan kalian. Good Luck !
Saat ini mungkin saja karir gue di dunia pendidikan lagi “ambruk”. Sejak memasuki lingkungan SMA, prestasi akademik gue kagak memperlihatkan hasil yang maksimal. Padahal sebelumnya prestasi akademik gue sangat cemerlang. Gue pernah berpikir bahwa Tuhan sudah kagak “sayang” lagi sama gue, but setelah gue renungkan dalam-dalam ternyata tuduhan gue tersebut salah besar. Sekarang gue sadar bahwa Tuhan sayang banget sama gue. Banyak hal yang seharusnya menjadikan gue senantiasa bersyukur pada-Nya, antara lain :
Gue selalu tersesat dalam “rimba” kebaikan.
Tumpulnya sebuah potensi dalam diri gue merupakan awal dari munculnya potensi baru yang mungkin lebih membantu gue dalam menggapai masa depan yang lebih baik.
Gue sering terhindar dari penderitaan fisik.
Kekecewaan yang gue dapatkan hari ini sering membuahkan kebahagiaan pada esok hari.
Gue sering memiliki kemampuan menghafal tulisan yang luar biasa.
Selanjutnya, simaklah kisah perjalanan hidup gue. Moga saja cerita ini akan menjadi sebuah inspirasi bagi kalian untuk senantiasa dekat pada-Nya.
Pada 1991 gue langsung masuk SD sebab kala itu di kampung gue belum ada TK. Selama di bangku SD, prestasi akademik gue sungguh luar biasa. Gue selalu menjadi juara kelas. Bahkan kagak jarang gue mendapatkan nilai 10 untuk mata pelajaran tertentu. Hal tersebut pula yang menyebabkan gue sering dipercaya oleh guru-guru gue untuk mengikuti berbagai perlombaan antar sekolah. Gue juga sering mencuri job yang seharusnya dipegang oleh kakak kelas gue. Pokoknya pada saat itu gue dan beberapa kakak kelas gue seolah menjadi tumpuan bagi kejayaan sekolah. Alhamdulillah pada saat gue menginjak kelas 4 di kampung gue berdiri sebuah pesantren bernama Hikmatul Huda. Gue dan teman-teman berbondong-bondong mendaftarkan diri sebagai santri TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Gue senang banget bisa masuk sana sebab di pesantren gue bisa memperbaiki cara ibadah, bacaan Al-Qur’an, akhlak, dan menambah pengetahuan tentang Islam. Kegiatan belajar di pesantren dilaksanakan setelah jam pulang sekolah, kecuali tingkat TKA (Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an) yang dilaksanakan pagi hari. Keberadaan pesantren juga menjadikan liburan sekolah gue tambah bermakna sebab pesantren Hikmatul Huda selalu mengadakan “pesantren kilat”. Kegiatan tersebut sangat menyenangkan sebab selain gue bisa semakin memperdalam ilmu agama, gue juga bisa bertemu dengan anak-anak dari SD lain. Prestasi gue di pesantren juga lumayan bagus. Gue pernah menjadi pemenang lomba “kaligrafi”, but saat pengumumam dan pembagian hadiah gue kagak datang. Akhirnya mahkota juara dan hadiah diberikan kepada pemenang ke-2 sebab gue bolos tanpa ijin
Setelah menempuh pendidikan di pesantren Hikmatul Huda selama 2 tahun, gue dan teman-teman melaksanakan wisuda sebagai tanda kelulusan bagi santri-santri TPA. Alhamdulillah pada saat itu gue terpilih sebagai Santri Terbaik tingkat TPA. Anugerah-Nya ternyata masih terus mengalir terhadap gue. Pada saat kenaikan kelas 6, sekolah gue dipercaya pihak kabupaten agar mengirimkan gue sebagai wakil Brebes untuk mengikuti GELANTARA 1996 di Jakarta. Mungkin itulah “puncak” prestasi sekolah gue sebab sampai kini sekolah gue belum bisa mengulang pengalaman tersebut. Sungguh terpilihnya gue sebagai Anak Nusantara adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan pada gue sebab saat itu gue hanya masuk 10 besar dalam pemilihan Siswa Teladan tingkat kabupaten. GELANTARA (Gelar Anak Nusantara) merupakan kegiatan yang dihadiri oleh seluruh anak Indonesia dari berbagai kabupaten/kotamadya dan anak-anak dari seluruh negara anggota ASEAN dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli. Setiap kabupaten/kotamadya hanya mengirimkan 1 orang. Sebelum gue menuju Jakarta, gue transit dulu di semarang selama 3 hari dan di Yogyakarta selama 5 hari. Saat di Semarang gue kumpul bareng anak-anak se-JAWA TENGAH. Kami di sana kagak melakukan kegiatan di luar asrama sebab memang belum ada pembagian kelompok. Kami hanya dibekali “wejangan” oleh kakak-kakak pembimbing buat persiapan menuju Yogyakarta. Selanjutnya, saat di Yogyakarta kami bergabung dengan anak-anak dari NTT, NTB, Kalimantan Selatan, Bali, dan Yogyakarta. Setelah pembagian kelompok akhirnya gue menempati KK 106 RW 01 yang diasuh oleh mas Yudha Anan Cahya. Sementara itu, ketua RW dipegang oleh mbak Kusmiyati yang merupakan mahasiswi Akuntansi STIE Widya Wiwaha angkatan 1995/1996. Objek wisata yang kami kunjungi di Yogyakarta, antara lain Candi Borobudur, Balai Yasa, Museum Dirgantara, Kraton Yogyakarta, dll. Selanjutnya, kami berangkat menuju Jakarta menggunakan kereta api. Selama di Jakarta kami tinggal di Asrama Haji. Gue menempati KK 17 RT 05 RW 03 yang dikawal oleh mas Ahmad Asyhari. Teman-teman sekamar gue, yaitu Sukri Mauda (Sulut), Zahid Hussein Assidiq (Maluku), Giman (Jatim), Gunawan (Jabar), Indra Saputra (Sumbar), Rio Andrian (Sumut), Muhammad Basir (NTB), I Putu Juli (Bali), Jerryl (Filipina), dan 3 anak asal Brunei Darussalam.
(Tunggu cerita selengkapnya…)